Berita Terpopuler
- Paru-Paru Babi Berfungsi Pada Manusia
- Mengurangi Gangguan Sesak Napas dengan Codot

- Simpati Terus Mengalir untuk Si Gadis Belatung

- Dua Pasien DBD di Kendari Meninggal
- Inilah Yang Membuat Gairah Pria Musnah
- Sel Induk Bisa Menyingkirkan Kanker
- Siapa Bilang "Kencan Satu Malam" Aman?
- Kasus Demam Berdarah Meningkat di Kudus

- Ribuan Ayam Mati di Lampung Timur
- RSUD Pekanbaru Terima Pasien Diduga Flu Burung
Salah Diagnosis, Pasien Dinyatakan Koma 23 Tahun
Irni Diniati
Rom Houben
24/11/2009 15:06 | Aneh Tapi Nyata
Liputan6.com, Brussels: Seorang pria Belgia mengalami salah diagnosis oleh dokternya. Ia dinyatakan koma oleh sang dokter, meski sebenarnya sadar. Ironisnya, hal ini baru terungkap 23 tahun kemudian. Demikian dilansir BBC, Selasa (24/11).
Staf medis meyakini Rom Houben telah mengalami koma setelah terluka dalam kecelakaan mobil pada 1983. Baru pada 2006, dokter dari Universitas Liege, Liege, Wallonia, Belgia, menemukan bahwa meski lumpuh, otak Houben masih berfungsi. Menurut dokter, kasus ini tidaklah aneh.
Menurut wartawan BBC, Dominic Hughes, kasus ini mengungkap bagaimana orang yang dalam keadaan koma merasa terperangkap dalam tubuh mereka. Orang-orang tersebut diyakini sangat berharap untuk dapat berkomunikasi. Kini ia berkomunikasi dengan menggunakan keyboard khusus yang melekat pada kursi rodanya.
Kisah Houben ini terungkap dalam sebuah makalah yang ditulis oleh Steven Laureys. Dia adalah seorang dokter di Universitas Liege. Dalam makalahnya, Laureys mengatakan, di sekitar 40 persen kasus ketika manusia berada dalam keadaan vegetatif, pemeriksaan dekat akan bisa mendeteksi tanda-tanda kesadaran mereka.(YUS)
Staf medis meyakini Rom Houben telah mengalami koma setelah terluka dalam kecelakaan mobil pada 1983. Baru pada 2006, dokter dari Universitas Liege, Liege, Wallonia, Belgia, menemukan bahwa meski lumpuh, otak Houben masih berfungsi. Menurut dokter, kasus ini tidaklah aneh.
Menurut wartawan BBC, Dominic Hughes, kasus ini mengungkap bagaimana orang yang dalam keadaan koma merasa terperangkap dalam tubuh mereka. Orang-orang tersebut diyakini sangat berharap untuk dapat berkomunikasi. Kini ia berkomunikasi dengan menggunakan keyboard khusus yang melekat pada kursi rodanya.
Kisah Houben ini terungkap dalam sebuah makalah yang ditulis oleh Steven Laureys. Dia adalah seorang dokter di Universitas Liege. Dalam makalahnya, Laureys mengatakan, di sekitar 40 persen kasus ketika manusia berada dalam keadaan vegetatif, pemeriksaan dekat akan bisa mendeteksi tanda-tanda kesadaran mereka.(YUS)
Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Effective Knee Arthritis Treatment
One of SG's leading orthopaedic & sports injury specialist. Call now.
www.ortho.com.sg
One of SG's leading orthopaedic & sports injury specialist. Call now.
www.ortho.com.sg