Berita Terpopuler
- Paru-Paru Babi Berfungsi Pada Manusia
- Mengurangi Gangguan Sesak Napas dengan Codot

- Simpati Terus Mengalir untuk Si Gadis Belatung

- Dua Pasien DBD di Kendari Meninggal
- Inilah Yang Membuat Gairah Pria Musnah
- Sel Induk Bisa Menyingkirkan Kanker
- Siapa Bilang "Kencan Satu Malam" Aman?
- Kasus Demam Berdarah Meningkat di Kudus

- Ribuan Ayam Mati di Lampung Timur
- RSUD Pekanbaru Terima Pasien Diduga Flu Burung
Belasan Balita di Bekasi Positif HIV
Ahmad Lutfi Efendi
30/11/2009 10:30 | HIV/AIDS
Liputan6.com, Bekasi: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat, menyatakan sebanyak 18 anak bawah lima tahun (balita) di wilayah setempat dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Retni Yonti, di Bekasi, Senin (30/11).
Menurut Retni, data tersebut adalah informasi terakhir yang didapat pihaknya melalui sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. "Mayoritas penularan penyakit berasal dari orang tua pasien saat masih berada dalam kandungan. Sebagian lagi terdeteksi pada usia tiga tahun," ucap dia seperti dilansir ANTARA.
Gejala penyakit HIV/AIDS pada balita, kata Retni, dapat terlihat dari sering buar air besar dan tidak kunjung sembuh yang disertai muntah-muntah. Terkait hal itu, Dinkes Bekasi meminta perhatian kaum ibu untuk mewaspadai jika ada balita yang memiliki gejala serupa.
Retni menjelaskan, pasangan suami istri yang rentan penyakit HIV disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke RS guna pencegahan. Sementara bagi ibu hamil yang mengidap HIV, disarankan agar proses persalinan melalui operasi caesar agar bayi tidak tertular. "Ini dilakukan untuk mengontrol penyebaran virus tersebut. Sebab penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun virusnya bisa dihambat perkembangannya ke stadium lebih tinggi dengan cara memberi obat," kata Retni.
Hingga kini di Kota Bekasi, terdapat sedikitnya 579 pasien HIV/AIDS yang dalam proses perawatan. Penderita umumnya tidak tahu bahwa dirinya mengidap virus tersebut dan bingung untuk berobat. Penderita terbanyak berasal dari kalangan pemakai narkotik dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Kendati demikian, Retni mengakui progam penanganan HIV/AIDS belum sepenuhnya berjalan dengan baik akibat terbatasnya klinik layanan HIV/AIDS di Kota Bekasi.
Lebih lanjut dijelaskan, beberapa rumah sakit, klinik atau pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang menangani HIV/AIDS di antaranya, Klinik VCT, RS Umum Daerah Bekasi, RS Ananda, Puskesmas Pondok Gede, klinik Mitra Sehati, Puskesmas Jatiasih, Puskesmas Bintara Jaya dan Puskesmas Rawa Lumbu.(UPI/ANS)
Menurut Retni, data tersebut adalah informasi terakhir yang didapat pihaknya melalui sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. "Mayoritas penularan penyakit berasal dari orang tua pasien saat masih berada dalam kandungan. Sebagian lagi terdeteksi pada usia tiga tahun," ucap dia seperti dilansir ANTARA.
Gejala penyakit HIV/AIDS pada balita, kata Retni, dapat terlihat dari sering buar air besar dan tidak kunjung sembuh yang disertai muntah-muntah. Terkait hal itu, Dinkes Bekasi meminta perhatian kaum ibu untuk mewaspadai jika ada balita yang memiliki gejala serupa.
Retni menjelaskan, pasangan suami istri yang rentan penyakit HIV disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke RS guna pencegahan. Sementara bagi ibu hamil yang mengidap HIV, disarankan agar proses persalinan melalui operasi caesar agar bayi tidak tertular. "Ini dilakukan untuk mengontrol penyebaran virus tersebut. Sebab penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun virusnya bisa dihambat perkembangannya ke stadium lebih tinggi dengan cara memberi obat," kata Retni.
Hingga kini di Kota Bekasi, terdapat sedikitnya 579 pasien HIV/AIDS yang dalam proses perawatan. Penderita umumnya tidak tahu bahwa dirinya mengidap virus tersebut dan bingung untuk berobat. Penderita terbanyak berasal dari kalangan pemakai narkotik dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Kendati demikian, Retni mengakui progam penanganan HIV/AIDS belum sepenuhnya berjalan dengan baik akibat terbatasnya klinik layanan HIV/AIDS di Kota Bekasi.
Lebih lanjut dijelaskan, beberapa rumah sakit, klinik atau pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang menangani HIV/AIDS di antaranya, Klinik VCT, RS Umum Daerah Bekasi, RS Ananda, Puskesmas Pondok Gede, klinik Mitra Sehati, Puskesmas Jatiasih, Puskesmas Bintara Jaya dan Puskesmas Rawa Lumbu.(UPI/ANS)
Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com