Info Kesehatan
Segelas Air Sebelum Makan Bantu Diet Anda
10/02/2012 | 22:11 | Info Kesehatan
Zat yang memiliki nol kalori dalam perut,akan membuat orang merasa lebih lengkap. Dampaknya mereka akan makan lebih sedikit kalori yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi.Berita Terpopuler
Tips
Lakukan Ini Setelah Bangun Pagi
10/02/2012 | 19:33 | Tips
Bila pagi menyapa, segera dan jangan tunda untuk bangun. Jika menundanya, Anda akan semakin kehilangan semangat dan perasaan lemah menjadi awal hari Anda.Sakit dan Tetap Bekerja, Malah Lebih Buruk
Iswardani
17/06/2009 00:49 | Tips Kesehatan
Liputan6.com, Sydney: Anda termasuk orang yang tetap bekerja saat sakit? Bila benar, maka Anda sebenarnya sedang menambah hari sakit di masa depan dibandingkan dengan rekan yang memilih beristirahat di rumah saat kesehatan terganggu. Demikian kesimpulan terbaru para peneliti di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia.
Para peneliti tersebut menemukan para pekerja yang tetap bekerja dalam keadaan sakit, yang diistilahkan dengan sickness presenteeism, ternyata memiliki ketidakhadiran kerja yang lebih banyak. Itu artinya usaha para pegiat kerja untuk tetap masuk dengan alasan hendak mengurangi ketidakhadiran malah berakibat lebih buruk.
"Ketidakhadiran mereka makin bertambah banyak. Mendorong orang agar masuk kerja saat ia sakit hanya akan menambah cutinya karena sakit," ujar Gunnar Bergstrom, ketua tim riset di Karolinska Institutet.
Untuk para pegiat kerja yang tetap masuk kerja saat sakit, ia akan memiliki 30 hari sakit yang lebih banyak. Kemungkinan untuk hal itu adalah 40 hingga 50 persen.
Sayangnya penelitian juga mengungkap bahwa banyak orang yang lebih memilih masuk saat sakit. Meski demikian, perasaan sakit bukan hanya disebabkan kesehatan yang buruk. Namun lebih didasarkan faktor lain seperti hubungan kerja yang tak harmonis. Jadi jika Anda merasa sakit, jangan memaksa diri untuk bekerja. Istirahatlah. Asalkan sakit Anda sungguhan.(ANS/Reuters)
Para peneliti tersebut menemukan para pekerja yang tetap bekerja dalam keadaan sakit, yang diistilahkan dengan sickness presenteeism, ternyata memiliki ketidakhadiran kerja yang lebih banyak. Itu artinya usaha para pegiat kerja untuk tetap masuk dengan alasan hendak mengurangi ketidakhadiran malah berakibat lebih buruk.
"Ketidakhadiran mereka makin bertambah banyak. Mendorong orang agar masuk kerja saat ia sakit hanya akan menambah cutinya karena sakit," ujar Gunnar Bergstrom, ketua tim riset di Karolinska Institutet.
Untuk para pegiat kerja yang tetap masuk kerja saat sakit, ia akan memiliki 30 hari sakit yang lebih banyak. Kemungkinan untuk hal itu adalah 40 hingga 50 persen.
Sayangnya penelitian juga mengungkap bahwa banyak orang yang lebih memilih masuk saat sakit. Meski demikian, perasaan sakit bukan hanya disebabkan kesehatan yang buruk. Namun lebih didasarkan faktor lain seperti hubungan kerja yang tak harmonis. Jadi jika Anda merasa sakit, jangan memaksa diri untuk bekerja. Istirahatlah. Asalkan sakit Anda sungguhan.(ANS/Reuters)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
