Info Kesehatan
Manjakan Buah Hati dengan Pijat Tradisional
20/05/2012 05:50 | Kesehatan
Ingin memanjakan buah hati sekaligus membuatnya lebih sehat, pijat tradisional bisa jadi pilihan. Layanan jemput bola, dukun pijat datang langsung ke rumah si balita, menjadi keunggulan tersendiri.Berita Terpopuler
Tips
Cantik dengan Cara Mudah dan Murah
12/05/2012 15:01 | Kesehatan
Pakar kecantikan Amerika Serikat mengungkapkan kecantikan bisa didapatkan dengan cara yang mudah dan murah.Bocah Penderita HIV Dirawat di Rumah
Sugihartono dan Dwi Aji Novyanto
31/01/2010 11:41 | Kemiskinan
Liputan6.com, Brebes: Seorang anak bawah lima tahun atau balita di Brebes, Jawa Tengah, pengidap gizi buruk dan diduga terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) dikucilkan dan ditelantarkan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes. Merasa ditelantarkan dan tidak dihargai saat menjalani perawatan, sang bocah bernama Firda Khasanah, kini dirawat sebisanya di rumah oleh keluarga [baca: RSUD Brebes Telantarkan Balita Gizi Buruk].
Orangtua bocah perempuan berusia dua setengah tahun tersebut, kemarin memilih membawa pulang paksa anaknya setelah menjalani perawatan selama 12 hari. Pihak keluarga mengaku, selama anaknya dirawat, para perawat dan dokter tidak pernah menghargai dan selalu mengucilkan anaknya. Bahkan, para perawat sering bersikap tidak simpatik. Misalnya saat hendak mengganti infus, wajah Firda pernah dibekap dengan selimut.
Selain itu, para perawat enggan mengantarkan obat ke ruangan tanpa alasan yang jelas. Tragisnya, saat kondisi pasien sedang kritis, ada oknum dokter yang malah menyuruh pasien dibawa pulang karena di RSUD Brebes tidak bisa menangani penyakit yang diderita anaknya.
Diduga, perlakuan kurang simpatik para perawat terhadap Frida lantaran pasien berasal dari keluarga miskin serta takut tertular. Namun saat dikorfirmasi, pihak rumah sakit membantah menelantarkan pasien. Menurut Direktur RSUD Brebes, dokter Laode Budiono, rumah sakit tersebut memang belum memiliki ruangan khusus bagi penderita HIV. Hanya saja, pihaknya tetap menyayangkan sikap perawat yang kurang simpatik terhadap pasien.
Kondisi balita tersebut sangat memprihatinkan. Di usianya yang baru dua setengah tahun, berat badannya hanya lima kilogram. Orangtua Firda mengaku enggan ke rumah sakit karena masih trauma.(BJK/ANS)
Orangtua bocah perempuan berusia dua setengah tahun tersebut, kemarin memilih membawa pulang paksa anaknya setelah menjalani perawatan selama 12 hari. Pihak keluarga mengaku, selama anaknya dirawat, para perawat dan dokter tidak pernah menghargai dan selalu mengucilkan anaknya. Bahkan, para perawat sering bersikap tidak simpatik. Misalnya saat hendak mengganti infus, wajah Firda pernah dibekap dengan selimut.
Selain itu, para perawat enggan mengantarkan obat ke ruangan tanpa alasan yang jelas. Tragisnya, saat kondisi pasien sedang kritis, ada oknum dokter yang malah menyuruh pasien dibawa pulang karena di RSUD Brebes tidak bisa menangani penyakit yang diderita anaknya.
Diduga, perlakuan kurang simpatik para perawat terhadap Frida lantaran pasien berasal dari keluarga miskin serta takut tertular. Namun saat dikorfirmasi, pihak rumah sakit membantah menelantarkan pasien. Menurut Direktur RSUD Brebes, dokter Laode Budiono, rumah sakit tersebut memang belum memiliki ruangan khusus bagi penderita HIV. Hanya saja, pihaknya tetap menyayangkan sikap perawat yang kurang simpatik terhadap pasien.
Kondisi balita tersebut sangat memprihatinkan. Di usianya yang baru dua setengah tahun, berat badannya hanya lima kilogram. Orangtua Firda mengaku enggan ke rumah sakit karena masih trauma.(BJK/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
