Info Kesehatan
Segelas Air Sebelum Makan Bantu Diet Anda
10/02/2012 | 22:11 | Info Kesehatan
Zat yang memiliki nol kalori dalam perut,akan membuat orang merasa lebih lengkap. Dampaknya mereka akan makan lebih sedikit kalori yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi.Berita Terpopuler
Tips
Lakukan Ini Setelah Bangun Pagi
10/02/2012 | 19:33 | Tips
Bila pagi menyapa, segera dan jangan tunda untuk bangun. Jika menundanya, Anda akan semakin kehilangan semangat dan perasaan lemah menjadi awal hari Anda.Awas, Varian Baru Flu Burung Mengintai
Andrizal
01/02/2010 18:29 | Flu Burung
Liputan6.com, Denpasar: Flu burung masih mengancam, bahkan saat ini diprediksi muncul varian baru. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Kepala Laboratorium Biomedik dan Biologi Molekuler Hewan Universitas Udayana (Unud) di Denpasar, Bali, Senin (1/2), mengatakan akan muncul virus jenis baru. ini dapat terjadi akibat sirkulasi flu burung di peternakan dalam jangka waktu lama.
Seperti dilansir ANTARA, Guru Besar Unud ini menjelaskan, sirkulasi flu burung di peternakan dalam jangka waktu lama memunculkan kelompok virus baru yang secara genetik sangat berbeda. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian selama dua tahun terakhir, didapat perbedaan secara genetik virus cukup jauh. Bisa mencapai 8,7 persen dibandingkan dengan virus asalnya.
Mahardika menambahkan, isolat-isolat itu ditemukan pada peternakan ayam besar yang umumnya telah menjalani vaksinisasi. Asal virus-virus itu dikenali sejak 2003. Sementara penelitian sebelumnya menyimpulkan, semua flu burung yang mewabah di Indonesia berevolusi dari satu introduksi tunggal. Sedangkan varian baru diprediksi berasal dari satu unggas domestik di Cina bagian selatan, kemudian mencapai kondisi endemik dan berkembang menjadi kelompok virus baru.
Kelompok genetik virus A, B dan C yang khas di masing-masing pulau yang semuanya bersikulasi di Pulau Jawa. Namun temuan terakhir menunjukkan, isolat-isolat terbaru berbeda cukup jauh dengan kelompok virus A, B dan C, meskipun masih jelas berevolusi dari virus kelompok A, imbuh Mahardika.
Alumnus sebuah lembaga pendidikan tinggi di Jerman ini menegaskan, selain mengalami mutasi, beberapa virus baru itu juga mempunyai "delesi kodon" yang belum pernah terungkap sebelumnya. Kejadian mutasi dan delesi menjadi sinyal kemunculan virus yang berpotensi meningkatkan kapasitas untuk melompati barier spesies. Bahkan, dapat menular secara mudah antarmanusia.(ARL/ANS)
Seperti dilansir ANTARA, Guru Besar Unud ini menjelaskan, sirkulasi flu burung di peternakan dalam jangka waktu lama memunculkan kelompok virus baru yang secara genetik sangat berbeda. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian selama dua tahun terakhir, didapat perbedaan secara genetik virus cukup jauh. Bisa mencapai 8,7 persen dibandingkan dengan virus asalnya.
Mahardika menambahkan, isolat-isolat itu ditemukan pada peternakan ayam besar yang umumnya telah menjalani vaksinisasi. Asal virus-virus itu dikenali sejak 2003. Sementara penelitian sebelumnya menyimpulkan, semua flu burung yang mewabah di Indonesia berevolusi dari satu introduksi tunggal. Sedangkan varian baru diprediksi berasal dari satu unggas domestik di Cina bagian selatan, kemudian mencapai kondisi endemik dan berkembang menjadi kelompok virus baru.
Kelompok genetik virus A, B dan C yang khas di masing-masing pulau yang semuanya bersikulasi di Pulau Jawa. Namun temuan terakhir menunjukkan, isolat-isolat terbaru berbeda cukup jauh dengan kelompok virus A, B dan C, meskipun masih jelas berevolusi dari virus kelompok A, imbuh Mahardika.
Alumnus sebuah lembaga pendidikan tinggi di Jerman ini menegaskan, selain mengalami mutasi, beberapa virus baru itu juga mempunyai "delesi kodon" yang belum pernah terungkap sebelumnya. Kejadian mutasi dan delesi menjadi sinyal kemunculan virus yang berpotensi meningkatkan kapasitas untuk melompati barier spesies. Bahkan, dapat menular secara mudah antarmanusia.(ARL/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

