Info Kesehatan

Manjakan Buah Hati dengan Pijat Tradisional

20/05/2012 05:50 | Kesehatan
Ingin memanjakan buah hati sekaligus membuatnya lebih sehat, pijat tradisional bisa jadi pilihan. Layanan jemput bola, dukun pijat datang langsung ke rumah si balita, menjadi keunggulan tersendiri.

Berita Terpopuler

Tips

Cantik dengan Cara Mudah dan Murah

12/05/2012 15:01 | Kesehatan
Pakar kecantikan Amerika Serikat mengungkapkan kecantikan bisa didapatkan dengan cara yang mudah dan murah.

Ya Ampun, Sekrup Tertinggal di Perut  

Yudhistira
 Baharuddin Sanian
01/02/2010 21:34 | Malapraktik
Liputan6.com, Medan: Diduga telah melakukan tindakan malapraktik, pasien bernama Baharuddin Sanian melaporkan pihak Rumah Sakit Gleni Internasional ke Kepolisian Daerah Sumatra di Kota Medan, Senin (1/2). Rumah sakit tersebut dinilai tidak memiliki itikad baik untuk mengatasi penderitaan korban.

Lelaki berusia 53 tahun, warga Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam itu, kini harus menjalani hari-hari yang menyakitkan. Betapa tidak, sebuah sekrup yang dibuka tim medis RS Gleni Internasional, tertinggal di dalam tubuhnya. Didampingi istri, Nanda Sukmawati dan kuasa hukumnya, Baharuddin mendatangi kantor polisi. Ia langsung membuat laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Sumut.

Selama di kantor polisi, Baharuddin terlihat begitu sulit duduk. Bahkan, sesekali ia terlihat meringis menahan sakit lantaran sekrup yang masih tertanam di bagian tulang belakangnya.

Baharuddin mengatakan, penderitaan yang dialaminya bermula dari rasa sakit di bagian tulang pinggangnya setiap kali bangun tidur. Setelah melakukan chek up, akhirnya pihak medis RS Gleni Internasional menyarankannya untuk memasang sekrup besi. Untuk itu korban harus membayar hingga ratusan juta rupiah untuk pemasangan enam buah sekrup pen. Namun, penderitaannya semakin bertambah saat sekrup yang dibuka pada Desember 2009 tertinggal satu di dalam tubuhnya.

Bukti adanya dugaan kesalahan dalam penanganan medis itu dikuatkan pula dengan hasil rontgen. Dari foto awal, terlihat sekrup pen yang dipasang enam buah di gambar awal. Dan gambar berikutnya terlihat satu sekrup yang tertinggal di dalam setelah penjahitan dilakukan.

Sedangkan Maswadi, kuasa hukum korban mengatakan, upaya menempuh jalur hukum terpaksa ditempuh keluarga korban. Sebab, sejauh ini tidak ada itikad baik dari pihak rumah sakit, meski sebelumnya telah dilayangkan somasi.

Sementara itu, juru bicara Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Baharuddin Djafar mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan malapraktik seperti yang dilaporkan korban. Sejauh ini sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangan.

Terkait laporan sang pasien, hingga kini pihak RS Gleni Internasional yang terletak di Jalan Listrik Medan, itu belum juga memberikan keterangan.(ARL/ANS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code