Info Kesehatan
Manjakan Buah Hati dengan Pijat Tradisional
20/05/2012 05:50 | Kesehatan
Ingin memanjakan buah hati sekaligus membuatnya lebih sehat, pijat tradisional bisa jadi pilihan. Layanan jemput bola, dukun pijat datang langsung ke rumah si balita, menjadi keunggulan tersendiri.Berita Terpopuler
Tips
Cantik dengan Cara Mudah dan Murah
12/05/2012 15:01 | Kesehatan
Pakar kecantikan Amerika Serikat mengungkapkan kecantikan bisa didapatkan dengan cara yang mudah dan murah.Pasien DBD Terpaksa Dirawat di Selasar
Dirgo Suyono
01/02/2010 21:52 | Demam Berdarah
Liputan6.com, Magetan: Jumlah pasien yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di Magetan, Jawa Timur, hingga Senin (1/2) terus bertambah. Akibat keterbatasan ruang rumah sakit, sejumlah pasien DBD tersebut terpaksa dirawat di selasar atau lorong rumah sakit.
Salah satu rumah sakit yang banyak menangani pasien DBD di Magetan adalah Rumah Sakit Umum dokter Sayidiman. Dalam tiga hari terakhir, pihak RSU Sayidiman terus menerima puluhan pasien penderita DBD. Sebagian besar pasien adalah anak-anak, serta sejumlah orangtua. Lantaran dirawat di selasar, keluarga pasien demam berdarah pun mengeluh.
Nunik, orangtua salah seorang pasien DBD mengatakan, anaknya terpaksa dirawat di lorong rumah sakit karena ruang perawatan sudah penuh. Ia merasa kasihan pada anaknya yang kedinginan terkena angin ketika malam tiba. Padahal, biaya perawatan yang harus dikeluarkan sama dengan pasien di dalam ruangan.
Berdasarkan data yang diperoleh SCTV, dalam satu hari, pihak RSU Sayidiman bisa menerima pasien DBD empat sampai tujuh orang. Sepanjang Januari silam, pihak rumah sakit merawat 55 pasien, bahkan dua di antaranya meninggal dunia. Jumlah itu meningkat tajam dibanding bulan sebelumnya yang hanya merawat 22 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Herry Susanto mengatakan, pihaknya bertekad menekan membludaknya jumlah pasien demam berdarah yang masuk dan dirawat di beberapa rumah sakit. Untuk itu, Dinas Kesehatan Magetan akan memaksimalkan perawatan di pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Dengan demikian, pasien DBD tidak perlu ke rumah sakit, namun cukup dirawat di puskesmas saja.(ARL/ANS)
Salah satu rumah sakit yang banyak menangani pasien DBD di Magetan adalah Rumah Sakit Umum dokter Sayidiman. Dalam tiga hari terakhir, pihak RSU Sayidiman terus menerima puluhan pasien penderita DBD. Sebagian besar pasien adalah anak-anak, serta sejumlah orangtua. Lantaran dirawat di selasar, keluarga pasien demam berdarah pun mengeluh.
Nunik, orangtua salah seorang pasien DBD mengatakan, anaknya terpaksa dirawat di lorong rumah sakit karena ruang perawatan sudah penuh. Ia merasa kasihan pada anaknya yang kedinginan terkena angin ketika malam tiba. Padahal, biaya perawatan yang harus dikeluarkan sama dengan pasien di dalam ruangan.
Berdasarkan data yang diperoleh SCTV, dalam satu hari, pihak RSU Sayidiman bisa menerima pasien DBD empat sampai tujuh orang. Sepanjang Januari silam, pihak rumah sakit merawat 55 pasien, bahkan dua di antaranya meninggal dunia. Jumlah itu meningkat tajam dibanding bulan sebelumnya yang hanya merawat 22 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Herry Susanto mengatakan, pihaknya bertekad menekan membludaknya jumlah pasien demam berdarah yang masuk dan dirawat di beberapa rumah sakit. Untuk itu, Dinas Kesehatan Magetan akan memaksimalkan perawatan di pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Dengan demikian, pasien DBD tidak perlu ke rumah sakit, namun cukup dirawat di puskesmas saja.(ARL/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
