Info Kesehatan
Segelas Air Sebelum Makan Bantu Diet Anda
10/02/2012 | 22:11 | Info Kesehatan
Zat yang memiliki nol kalori dalam perut,akan membuat orang merasa lebih lengkap. Dampaknya mereka akan makan lebih sedikit kalori yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi.Berita Terpopuler
Tips
Lakukan Ini Setelah Bangun Pagi
10/02/2012 | 19:33 | Tips
Bila pagi menyapa, segera dan jangan tunda untuk bangun. Jika menundanya, Anda akan semakin kehilangan semangat dan perasaan lemah menjadi awal hari Anda.Ternyata, Panggul Kecil Berpotensi Bau Mulut
Astrid Anastasia
08/02/2010 14:54 | Kesehatan
Liputan6.com, Jakarta: Setiap wanita galibnya memimpikan bentuk tubuh yang ramping, khususnya di daerah panggul. Mereka yang ingin memiliki tubuh yang ramping dan panggul yang kecil, biasanya membatasi asupan karbohidrat ke dalam tubuh. Tapi, tahukah Anda bila kondisi ini dapat memicu timbulnya bau mulut. Lantas, apa yang menyebabkan kondisi seperti ini terjadi?
Alih-alih ingin berbadan ramping, alhasil malah bau mulut yang didapat. Kondisi seperti ini terjadi ketika tubuh kekurangan asupan karbohidrat, makanya muncullah ketosis, yaitu proses pembakaran lemak sebagai energi. Dan, proses inilah yang membuat terbentuknya zat keton yang memiliki bau tak sedap dan akan keluar dari rongga mulut saat Anda berbicara maupun bernapas.
Gawatnya, bila bakteri-bakteri yang ada dalam rongga mulut akan memproduksi zat sulfur lebih banyak ketika bercampuran dengan makanan yang mengandung protein tinggi, ujar Paul Bussman, DDS, dokter gigi dan juru bicara dari Academy of General Dentistry.
Nah, jika Anda ingin melawan bau mulut alias halitosis, berikut ini ada beberapa cara, seperti diwartakan Prevention, baru-baru ini.
Pertama, konsumsilah air putih sebanyak mungkin. Air putih ini dapat membantu membersihkan zat-zat sulfur dalam mulut kita.
Kedua, sering menggosok gigi dan flossing setiap makan. Lidah pun jangan lupa dibersihkan untuk membantu menghilangkan partikel-partikel yang berkumpul di balik lidah kita yang merupakan zona panas pembentukkan sulfur.
Ketiga, kunyah permen karet bebas gula untuk memproduksi air liur. Selain itu, rasa pada permen karet dapat berfungsi sebagai alat pewangi mulut.(RST/ADO/www.preventionindonesia.com)
Alih-alih ingin berbadan ramping, alhasil malah bau mulut yang didapat. Kondisi seperti ini terjadi ketika tubuh kekurangan asupan karbohidrat, makanya muncullah ketosis, yaitu proses pembakaran lemak sebagai energi. Dan, proses inilah yang membuat terbentuknya zat keton yang memiliki bau tak sedap dan akan keluar dari rongga mulut saat Anda berbicara maupun bernapas.
Gawatnya, bila bakteri-bakteri yang ada dalam rongga mulut akan memproduksi zat sulfur lebih banyak ketika bercampuran dengan makanan yang mengandung protein tinggi, ujar Paul Bussman, DDS, dokter gigi dan juru bicara dari Academy of General Dentistry.
Nah, jika Anda ingin melawan bau mulut alias halitosis, berikut ini ada beberapa cara, seperti diwartakan Prevention, baru-baru ini.
Pertama, konsumsilah air putih sebanyak mungkin. Air putih ini dapat membantu membersihkan zat-zat sulfur dalam mulut kita.
Kedua, sering menggosok gigi dan flossing setiap makan. Lidah pun jangan lupa dibersihkan untuk membantu menghilangkan partikel-partikel yang berkumpul di balik lidah kita yang merupakan zona panas pembentukkan sulfur.
Ketiga, kunyah permen karet bebas gula untuk memproduksi air liur. Selain itu, rasa pada permen karet dapat berfungsi sebagai alat pewangi mulut.(RST/ADO/www.preventionindonesia.com)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
