Info Kesehatan
Segelas Air Sebelum Makan Bantu Diet Anda
10/02/2012 | 22:11 | Info Kesehatan
Zat yang memiliki nol kalori dalam perut,akan membuat orang merasa lebih lengkap. Dampaknya mereka akan makan lebih sedikit kalori yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi.Berita Terpopuler
Tips
Lakukan Ini Setelah Bangun Pagi
10/02/2012 | 19:33 | Tips
Bila pagi menyapa, segera dan jangan tunda untuk bangun. Jika menundanya, Anda akan semakin kehilangan semangat dan perasaan lemah menjadi awal hari Anda.Penyakit Kaki Gajah Mewabah di Magetan
Dirgo Suyono07/03/2010 21:31 | Kesehatan
Liputa6.com, Magetan: Pengakit kaki gajah atau filariasi mewabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ahad (7/3). Hingga kini, Dinas Kesehatan setempat mencatat, tiga orang warga telah terjangkit penyakit menular, yang disebabkan oleh cacing filaria tersebut. Tiga penderita tersebut yakni, Murdianingsih 40 tahun, warga Kelurahan Kebunagung, Magetan, dan Sumi 60 tahun serta Sunarti 65 tahun, warga Panekan, Magetan.
Menurut Murdianingsih, dia menderita kaki gajah hampir 15 tahun, dan berbagai upaya pengobatan telah dilakukannya, mulai dari tradisional hingga ke medis. Namun, kedua kakinya tetap membesar. Akibatnya, dia sulit beraktivitas, sebab, untuk duduk dan berdiri saja, sulit. Karena keterbatasan biaya, pengobatannya dihentikan. Kini Muardianingsih hanya bisa pasrah, dan berharap ada bantuan untuk mengobati kakinya.
Sedangkan, Sumi dan Sunarti, meski dipastikan menderita kaki gajah, tapi keduanya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Sebab, kakinya yang membengkak hanya satu.
Sudewo Pangestu, dokter Puskesmas Panekan, mengatakan, penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular, yang disebabkan oleh cacing filaria. Penularannya, melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini, bersifat menahun, bila tidak segera mendapat pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik perempuan maupun laki-laki, imbuh Sudewo.(ARL/AYB)
Menurut Murdianingsih, dia menderita kaki gajah hampir 15 tahun, dan berbagai upaya pengobatan telah dilakukannya, mulai dari tradisional hingga ke medis. Namun, kedua kakinya tetap membesar. Akibatnya, dia sulit beraktivitas, sebab, untuk duduk dan berdiri saja, sulit. Karena keterbatasan biaya, pengobatannya dihentikan. Kini Muardianingsih hanya bisa pasrah, dan berharap ada bantuan untuk mengobati kakinya.
Sedangkan, Sumi dan Sunarti, meski dipastikan menderita kaki gajah, tapi keduanya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Sebab, kakinya yang membengkak hanya satu.
Sudewo Pangestu, dokter Puskesmas Panekan, mengatakan, penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular, yang disebabkan oleh cacing filaria. Penularannya, melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini, bersifat menahun, bila tidak segera mendapat pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik perempuan maupun laki-laki, imbuh Sudewo.(ARL/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

