Sukses

Penderita HIV/AIDS di Aceh Meningkat

Pengidap HIV/AIDS di Aceh dalam beberapa tahun terakhir meningkat. Saat ini tercatat menjadi 110 kasus, sekitar 60 orang di antaranya meninggal dunia.

Liputan6.com, Banda Aceh: Pengidap HIV/AIDS di Aceh dalam beberapa tahun terakhir grafiknya menunjukkan kenaikan. Saat ini tercatat menjadi 110 kasus, sekitar 60 orang di antara penderitanya dilaporkan meninggal dunia. Demikian dikatakan Ketua Pokja Komisi Perlindungan Aids Aceh Kurnia F Jamil di Banda Aceh, Senin (11/6).

Kasus pertama penyakit HIV/AIDS ditemukan pada 2004 dengan satu penderita kemudian grafik angkanya dari tahun ke tahun terus meningkat hingga Mei 2012 ditemukan 110 kasus. Kurnia menambahkan, dari total kasus HIV/AIDS sebagian besar penderitanya akibat pemakaian jarum suntik (narkoba) kemudian penyimpangan seks.

Daerah terbesar penderita HIV/AIDS adalah wilayah Aceh Tamiang dan Kota Lhokseumawe dari total 23 kabupaten dan kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Kurnia menjelaskan, pemda melalui instansi terkait terus melakukan upaya pemberantasan penyakit yang dapat menurunkan kekebalan tubuh dan menyebabkan kematian itu.

"Sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS yang hingga kini belum ditemukan obatnya terus dilakukan dengan gencar oleh pemerintah yang bekerja sama dengan berbagai pihak terkait," katanya. Rumah sakit daerah di masing-masing kabupaten dan kota juga telah bekerja sama menangani tiap kasus HIV/AIDS termasuk penanganan pasien.

Di pihak lain, dokter spesialis penyakit dalam/internis itu juga menjelaskan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Indonesia khususnya di Aceh akan menjadi salah satu topik pembahasan pada kongres nasional Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI) XVII di Aceh pada 14-16 Juni 2012.(ANT/JUM)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

    Video Terkini