Jahe Emprit, Potensi Herbal Nusantara yang Kecil tapi Pedasnya Paling Kuat

Jahe emprit miliki potensi besar untuk bahan baku obat herbal, meski ukurannya kecil tapi kandungannya bawa manfaat.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 27 April 2026, 12:00 WIB
Jahe Emprit, Potensi Herbal Nusantara yang Kecil tapi Pedasnya Paling Kuat. Foto: Freepik.

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menyimpan banyak potensi herbal untuk pengembangan obat tradisional, salah satu yang sudah dilirik para ahli adalah jahe emprit.

Zingiber officinale var. amarum atau jahe emprit adalah jenis jahe berukuran kecil tapi menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri obat tradisional di Indonesia. Varietas jahe yang dikenal dengan rimpangnya yang kecil namun pedas, menarik perhatian kalangan akademisi dan industri herbal.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Sandra Arifin Aziz, menyampaikan bahwa jahe emprit memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenis jahe merah maupun jahe gajah.

“Jahe emprit berwarna kuning pucat, bentuknya kecil dan keras. Rasa pedasnya paling kuat di antara jenis jahe lainnya,” tutur Sandra mengutip laman IPB, Sabtu (25/4/2026).

Ia menambahkan, kandungan zat bioaktif dalam jahe emprit seperti gingerol dan minyak atsiri sangat tinggi, menjadikannya unggul untuk pengolahan obat tradisional dan jamu.

Dibandingkan jahe merah yang juga memiliki rasa pedas dan tinggi gingerol, jahe emprit lebih umum dipilih karena tekstur keras dan kandungannya yang stabil. Sementara itu, jahe gajah cenderung digunakan untuk konsumsi segar karena teksturnya renyah dan rasanya lebih lembut.

Jahe Emprit adalah Komoditas Strategis

Lebih lanjut, Sandra mengatakan bahwa jahe emprit merupakan komoditas strategis yang berpotensi besar dikembangkan secara nasional. Hal ini tak lepas dari kandungan bioaktifnya yang berkhasiat sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan imunostimulan.

“Permintaan terhadap produk herbal, baik lokal maupun ekspor, terus meningkat terutama pascapandemi COVID-19. Jahe emprit bisa menjadi bahan utama untuk jamu cair, ekstrak kapsul, hingga minuman instan,” ujarnya.

Jahe emprit juga cocok ditanam di berbagai wilayah, termasuk lahan suboptimal. Keunggulan ini membuka peluang bagi petani lokal untuk terlibat dalam rantai pasok industri jamu yang bernilai tinggi.

Tak hanya untuk industri, masyarakat juga dapat memanfaatkan jahe emprit sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Prof Sandra menyarankan konsumsi jahe emprit secara rutin tapi tidak berlebihan.

“Bisa diseduh sebagai minuman herbal dengan air panas, ditambah madu atau jeruk nipis. Jahe ini juga baik dicampurkan dalam jamu rumahan bersama temulawak atau kunyit,” imbuhnya.

Apa Pasien Maag Boleh Konsumsi Jahe Emprit?

Ia mengingatkan agar pasien mag atau tekanan darah rendah perlu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Penggunaan jahe emprit sebagai bumbu masak atau minuman infus juga bisa membantu menghangatkan tubuh dan memperlancar pencernaan.

Dengan segala manfaatnya, Sandra menjelaskan bahwa pengembangan jahe emprit perlu didukung lintas sektor, dari hulu ke hilir, agar menjadi tulang punggung industri herbal Indonesia berbasis kekayaan hayati lokal.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya