Selain Ibu Tenang, Ini Kunci Keberhasilan Menyusui di Awal Kelahiran

Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan ibu baru melahirkan sukses menyusui.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 18 Mei 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi ibu menyusui. (dok. Unsplash.com/sickhews)

Liputan6.com, Jakarta - Ketenangan ibu merupakan poin penting yang mendukung keberhasilan menyusui usai melahirkan. Ketenangan perlu didukung dengan pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tubuh ibu.

"Jadi menyusui itu memang harus tenang banget ya. Tenang itu kalau ibu mengerti, apa yang terjadi pada tubuh," kata dokter spesialis anak yang juga konselor laktasi Iga Ayu Nyoman Partiwi.

Salah satu hal yang ibu perlu ketahui adalah saat hamil tubuh meningkatkan produksi hormon prolaktin yang punya peran dalam merangsang dan mengembangkan jaringan kelenjar di payudara agar siap memproduksi Air Susu Ibu (ASI) saat bayi lahir.

“Itu ibu yang hamil sudah pasti ada. Jadi saya enggak percaya orang benar-benar enggak punya ASI. Kalau enggak cukup mungkin bisa, tapi kalau enggak ada sama sekali itu enggak mungkin,” ujar Tiwi saat di RS Bunda Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, kecukupan ASI yang diproduksi tergantung upaya ibu di hari-hari awal. Masalah menyusui biasanya terjadi karena ada proses awal yang kurang optimal. Misalnya bayi terlalu cepat dikenalkan susu formula, terlalu lama dipisahkan dari ibu, atau pelekatan saat menyusui belum tepat.

Maka dari itu penting di hari-hari awal usai melahirkan ibu dekat dengan bayi dan menyusuinya. "Jadi posisi dan pelekatan dipelajari. Durasi menyusui satu hari itu semakin panjang, semakin baik. Posisi pelekatan harus bagus. Kuncinya cuma di situ," pesan Tiwi.

 

 

ASI Tak Keluar di Hari Pertama, Bagaimana?

Ibu-ibu diminta tidak panik bila ASI tak kunjung keluar di hari pertama usai anak lahir. Saat bayi lahir ia masih memiliki 'tabungan' di tubuhnya.

Namun, Tiwi meminta ibu tetap mengupayakan untuk menyusui buah hati dengan posisi dan pelekatan yang tepat.

Ia juga menyoroti bahwa proses menyusui pada bayi yang lahir melalui operasi caesar bisa terasa lebih menantang karena ibu masih terbatas bergerak setelah operasi.

Meski begitu, Tiwi menegaskan bahwa persalinan caesar bukan berarti ibu tidak bisa berhasil menyusui.

Selain pelekatan dan frekuensi menyusui, Tiwi mengingatkan pentingnya kontak kulit antara ibu dan bayi atau skin-to-skin contact serta Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Menurutnya, kontak kulit membantu merangsang hormon ibu dan bayi sehingga proses menyusui dapat berjalan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya