Penyakit Gusi Bisa Bikin Bau Mulut

Penyebab bau mulut ada beragam. Salah satunya bisa karena ada masalah pada gusi.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 08 Juni 2026, 18:00 WIB
ilustrasi bau mulut karena masalah pada gusi/Photo by Phuong Tran on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Bau mulut merupakan salah satu keluhan terkait gigi dan mulut. Siapa sangka bau mulut yang tidak kunjung hilang dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan gusi.

Dokter gigi spesialis periodonsia Ines Augustina Sumbayak mengatakan penyakit gusi dapat ditandai dengan perdarahan, pembengkakan, hingga munculnya bau mulut akibat peradangan pada jaringan pendukung gigi.

"Jangan heran orang-orang yang mengalami masalah gusi itu bau banget mulutnya sebenarnya. Nafasnya berasa panas karena ciri-ciri dari peradangan sendiri ada panas yang dihasilkan," kata Ines.

Ines mengatakan gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda (pink), tidak bengkak, dan tidak menunjukkan tanda-tanda peradangan. Sebaliknya, gusi yang mengalami peradangan biasanya tampak kemerahan, membengkak, serta menimbulkan rasa tidak nyaman pada rongga mulut.

"Kalau misalnya tidak dijaga, gusi yang menjadi fondasi gigi akan mengalami masalah. Akibatnya gigi bisa menjadi goyang, mudah tanggal, sensitif, hingga muncul celah-celah pada gigi," ujar Ines dalam acara bersama Pepsodent GumExpert Lab di Central Park Jakarta beberapa waktu lalu mengutip Antara.

Masalah gusi juga dapat menyebabkan makanan lebih mudah terselip di sela-sela gigi dan gusi mengalami penurunan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penumpukan plak dan memperparah peradangan apabila tidak ditangani dengan baik.

 

Salah Cara Sikat Gigi Bisa Bikin Masalah Gusi

Pada kesempatan yang sama, aktor Dion Wiyoko mengaku pernah mengalami masalah gusi akibat kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat.

Ia mengatakan selama bertahun-tahun lebih fokus merawat kesehatan gigi tanpa menyadari pentingnya menjaga kesehatan gusi.

"Saya pikir giginya yang bermasalah, tapi ternyata gusinya yang saya merawatnya tidak betul," kata Dion.

Menurut Dion, konsultasi dengan dokter gigi membuatnya menyadari bahwa kesehatan gusi memiliki peran penting sebagai fondasi bagi kesehatan gigi secara keseluruhan.

Ia mengubah cara menyikat gigi serta mulai memberikan perhatian lebih terhadap perawatan gusi untuk mencegah kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.

Guna mencegah masalah pada gusi, Ines megingatkan untuk melakukan teknik menyikat gigi yang benar, penggunaan benang gigi atau dental floss, serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali.

"Kalau misalnya mau dia beratus-ratus kali pun sikat gigi tapi dengan teknik yang salah, yang ada kita akan merusak giginya dan juga bisa merusak gusinya sendiri," katanya.

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya