Kebocoran Soal Ujian Sekolah Kedokteran Picu Demo Besar di India

Kebocoran ujian sekolah kedokteran memicu gelombang protes di India. Tekanan terhadap pemerintah meningkat.

oleh Septian DenyDiterbitkan 23 Juli 2026, 11:34 WIB
Ribuan mahasiswa turun ke jalan di berbagai kota di India setelah skandal kebocoran ujian sekolah kedokteran mencuat. Aksi ini memicu tuntutan agar Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri. (Dok. AP Photo/Shekhar Yadav)

Liputan6.com, New Delhi - Di India, gelombang demonstrasi mahasiswa terus meluas menyusul skandal kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran. Para demonstran menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri, sekaligus menambah tekanan politik terhadap Perdana Menteri Narendra Modi.

Dilansir Channel News Asia, Kamis (23/7/2026), protes bermula bulan lalu setelah kebocoran soal ujian yang memengaruhi sekitar dua juta calon mahasiswa. Pekan ini, aksi semakin membesar ketika puluhan ribu mahasiswa turun ke jalan di New Delhi pada Senin. Polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata dan pentungan.

Aksi kemudian meluas ke berbagai kota besar, seperti Mumbai, Bengaluru, Kolkata, Goa, Guwahati, Thiruvananthapuram, Jammu, dan Ahmedabad. Demonstrasi ini menjadi tantangan terbesar bagi Modi dari kalangan generasi muda sejak menjabat sebagai perdana menteri pada 2014.

Pada Rabu, anggota oposisi yang dipimpin Rahul Gandhi menggelar aksi di depan gedung parlemen di New Delhi. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan membawa poster yang menuntut Dharmendra Pradhan mundur.

Aksi tersebut berlanjut ke dalam sidang parlemen. Oposisi beberapa kali menginterupsi jalannya sidang hingga rapat di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi harus diskors berulang kali.

Dalam konferensi pers, Gandhi mengatakan mahasiswa menuntut Pradhan bertanggung jawab dan mengundurkan diri. Ia juga meminta aparat yang diduga melakukan kekerasan terhadap demonstran diproses, serta mendesak PM Modi menyampaikan permintaan maaf kepada para mahasiswa.

"Kami sepenuhnya mendukung mereka. Ini tidak bisa ditawar dalam keadaan apa pun," kata Gandhi dikutip dari Kanal Global Liputan6.com pada Kamis.

 

Reformasi Terhadap Sistem Ujian

Ribuan mahasiswa turun ke jalan di berbagai kota di India setelah skandal kebocoran ujian sekolah kedokteran mencuat. Aksi ini memicu tuntutan agar Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri. (Dok. AP Photo/Shekhar Yadav)

Sehari sebelumnya, Partai Kongres menggelar aksi duduk di depan kediaman Modi. Polisi sempat menahan Gandhi, saudarinya Priyanka Vadra, serta sejumlah pemimpin oposisi lainnya sebelum akhirnya membebaskan mereka.

Di sisi lain, aksi yang digagas Cockroach Janta Party (CJP), yang awalnya hanya berupa gerakan satire di media sosial dengan ratusan peserta, berkembang menjadi demonstrasi yang diikuti ribuan orang. Pada Rabu, massa kembali berkumpul di Jantar Mantar, New Delhi, sambil meneriakkan slogan dan mengibarkan bendera India.

Pengamanan di ibu kota juga diperketat. Delhi Metro Rail Corporation sempat menutup 16 stasiun di kawasan pusat kota sebelum kembali beroperasi pada Rabu malam.

Sementara itu, pendukung Partai Bharatiya Janata Party (BJP) menggelar aksi tandingan di sejumlah kota. Aparat menggunakan meriam air untuk membubarkan massa di Jaipur, Raipur, dan Thiruvananthapuram.

Di Patna, bentrokan antarpendemo dilaporkan terjadi hingga menyebabkan aksi saling lempar batu, sebagaimana terlihat dalam laporan media lokal dan rekaman video.

Pada Selasa malam, Pradhan akhirnya buka suara untuk pertama kalinya sejak muncul tuntutan agar dirinya mundur. Dia menegaskan pemerintah berkomitmen menindaklanjuti berbagai kekhawatiran masyarakat dan akan melakukan reformasi terhadap sistem ujian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya