Liputan6.com, Jakarta - Cara membangun relasi dengan teman tidak hanya dimulai dari sering bertemu atau berkomunikasi. Agar persahabatan dapat bertahan hingga puluhan tahun, dibutuhkan usaha, komitmen, saling menghargai, serta kemampuan untuk melewati berbagai perubahan hidup bersama.
Banyak orang mencari cara membangun relasi dengan teman yang bisa bertahan lama. Faktanya, tidak sedikit persahabatan yang awalnya begitu dekat akhirnya merenggang karena kesibukan, perbedaan jalan hidup, atau jarak. Padahal, ada sejumlah kebiasaan yang dapat membuat persahabatan tetap kuat hingga seumur hidup, dikutip dari psychologytoday pada Kamis, 23 Juli 2026.
Advertisement
1. Saling Memberi dan Menerima
Persahabatan yang sehat bukanlah hubungan yang transaksional. Kedua belah pihak sama-sama bersedia mendengarkan, menjaga rahasia, memberikan dukungan, dan membantu saat dibutuhkan.
Hubungan yang bertahan lama terjadi ketika kedua orang sama-sama mau memberi sekaligus menerima, bukan hanya salah satu pihak yang terus berkorban.
2. Memberi Ruang untuk Tumbuh dan Berubah
Setiap orang akan berubah seiring bertambahnya usia. Pernikahan, memiliki anak, pindah tempat tinggal, perceraian, perubahan keyakinan, hingga perbedaan karier dan kondisi ekonomi merupakan bagian dari perjalanan hidup.
Dalam persahabatan yang langgeng, sahabat tidak dituntut untuk tetap menjadi pribadi yang sama seperti dulu. Sebaliknya, mereka saling menerima bahkan merayakan perubahan selama tetap memberikan dukungan emosional.
3. Menemukan Kesamaan
Salah satu cara membangun relasi dengan teman yang sering terlupakan adalah menemukan kesamaan di luar alasan awal menjalin hubungan. Banyak persahabatan bermula dari sekolah, tempat kerja, komunitas, atau karena anak-anak saling berteman.
Agar hubungan bertahan lama, persahabatan perlu berkembang melampaui hal tersebut. Misalnya, dua teman kuliah yang awalnya dekat karena tinggal di asrama akhirnya menyadari bahwa mereka memiliki nilai hidup yang sama, seperti ketangguhan, kepedulian, kejujuran, kemampuan mencari solusi, dan selera humor. Kesamaan inilah yang membuat hubungan mereka tetap kuat selama puluhan tahun.
4. Fokus pada Persamaan Bukan Perbedaan
Perbedaan pandangan politik, filosofi hidup, atau keyakinan tidak selalu harus mengakhiri sebuah persahabatan.
Selama kedua pihak saling menghormati dan lebih mengutamakan sejarah serta hubungan yang telah dibangun bersama, persahabatan tetap bisa bertahan. Menghargai kesamaan yang dimiliki jauh lebih penting daripada terus memperbesar perbedaan.
5. Tetap Menjaga Komunikasi Meski Berjauhan
Jarak bukan alasan untuk kehilangan sahabat. Mengirim pesan singkat, menelepon, melakukan panggilan video, atau sekadar mengucapkan selamat ulang tahun dapat menjaga hubungan tetap hangat.
Konsistensi untuk saling menyapa dan mengikuti kabar masing-masing sering kali lebih berarti daripada intensitas pertemuan.
6. Memahami Ketika Ada Jeda Komunikasi
Ada kalanya seorang teman menghilang sementara karena kesibukan, depresi, kehilangan orang tercinta, atau sedang menghadapi masalah hidup.
Alih-alih merasa tersinggung, sahabat yang baik memahami bahwa setiap orang memiliki fase sulit. Mereka tetap menunjukkan kepedulian sambil menghormati ruang yang dibutuhkan temannya hingga siap kembali berkomunikasi.
Tak jarang, meski berbulan-bulan tidak berbicara, saat akhirnya bertemu kembali hubungan terasa seperti tidak pernah terputus.
7. Terbuka untuk Menghidupkan Kembali Persahabatan Lama
Persahabatan lama yang sempat terputus bisa menjadi awal hubungan yang lebih bermakna. Ada teman lama yang kembali ditemukan melalui reuni, media sosial, atau bahkan pencarian di internet.
Bahkan orang yang dahulu kurang akrab atau pernah memiliki hubungan kurang baik bisa saja menjadi sahabat dekat ketika bertemu kembali setelah sama-sama lebih dewasa.
Memberikan kesempatan kedua pada sebuah persahabatan dapat menghadirkan hubungan yang hangat, penuh makna, dan memperkaya kehidupan di masa kini.