Liputan6.com, Jakarta - Dunia sastra Jepang berduka. Penulis novel misteri legendaris Keigo Higashino meninggal dunia akibat kanker usus besar pada umur 68 tahun, Kamis, 23 Juli 2026. Kabar tersebut dilaporkan The Japan News pada Senin (27/7/2026).
Keigo Higashino dikenal sebagai salah satu penulis misteri paling berpengaruh di Jepang. Namanya melejit lewat novel The Devotion of Suspect X, yang merupakan bagian dari seri Detektif Galileo. Selama kariernya, lebih dari 100 juta eksemplar bukunya telah dicetak di Jepang dan banyak diadaptasi menjadi film maupun serial televisi.
Advertisement
Meninggalnya Higashino akibat kanker usus besar kembali mengingatkan pentingnya mengenali penyakit yang juga dikenal sebagai kanker kolorektal ini. Lantas, apa itu kanker usus besar?
Menurut situs Siloam Hospitals, kanker usus besar atau kanker kolon adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya tumor ganas pada usus besar. Kondisi ini umumnya berawal dari polip atau tumor jinak yang mengalami perubahan genetik (mutasi) hingga berkembang menjadi kanker apabila tidak ditangani.
"Kanker usus besar biasanya diawali oleh polip atau tumor jinak yang terus bertumbuh karena mutasi genetik. Apabila tidak mendapatkan penanganan medis dengan segera, tumor jinak ini dapat berkembang menjadi kanker," tulis Siloam Hospitals dalam penjelasannya.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa kanker kolorektal merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak kedua di dunia setelah kanker paru-paru. Setiap tahunnya, penyakit ini menyebabkan sekitar 900 ribu kematian secara global.
Faktor Risiko Kanker Usus Besar
Penyebab pasti kanker usus besar belum diketahui. Namun, sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risikonya, antara lain usia di atas 50 tahun, memiliki polip usus besar, riwayat keluarga dengan kanker kolorektal, penyakit radang usus, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, hingga pola makan rendah serat.
Selain itu, konsumsi daging merah secara berlebihan, minuman beralkohol, kurang aktivitas fisik, serta riwayat radioterapi di area perut juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini.
Meski lebih sering ditemukan pada usia lanjut, kanker usus besar kini juga mulai banyak menyerang kelompok usia muda.
Gejala Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai
WHO menyebut kanker usus besar sering kali tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui penyakitnya ketika kanker sudah berkembang.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi perubahan kebiasaan buang air besar, diare atau sembelit berkepanjangan, BAB berdarah, tinja berwarna gelap, kram atau nyeri perut yang tidak kunjung hilang, perut kembung, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, tubuh mudah lelah, hingga anemia akibat perdarahan kronis.
"Kanker kolorektal sering kali tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan pada stadium awal," demikian keterangan WHO.
Oleh sebab itu, siapa pun yang mengalami gejala tersebut, terutama dalam waktu lama, dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Bisakah Kanker Usus Besar Dicegah?
WHO menegaskan bahwa kanker usus besar dapat dicegah melalui gaya hidup sehat dan deteksi dini. Caranya antara lain memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, serta membatasi konsumsi alkohol.
Selain menerapkan pola hidup sehat, skrining rutin seperti kolonoskopi juga berperan penting, terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal atau faktor risiko lainnya.
Deteksi dini memungkinkan dokter menemukan polip prakanker untuk diangkat sebelum berkembang menjadi kanker, sehingga peluang kesembuhan menjadi jauh lebih besar.