Kasus COVID di Taiwan Kembali Makan Korban, Warga Diminta Waspada

Kasus COVID di Taiwan naik tajam disertai kematian. Ini fakta terbaru yang perlu diketahui.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 29 Juli 2026, 12:10 WIB
Kasus COVID di Taiwan kembali meningkat dengan lonjakan kunjungan pasien, disertai 42 kasus berat dan 2 kematian dalam sepekan. Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat tetap waspada dan melengkapi vaksinasi. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

Liputan6.com, Taipe - Kasus COVID di Taiwan kembali meningkat dan kini memasuki fase penyebaran. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan melaporkan bahwa jumlah kunjungan pasien COVID-19 ke layanan rawat jalan dan gawat darurat mencapai 10.605 kasus pada pekan ke-29 (19–25 Juli), naik 117,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 4.879 kunjungan.

Pada periode 21–27 Juli, otoritas kesehatan juga mencatat 42 kasus COVID-19 berat dan 2 kematian akibat penularan lokal, dikutip dari ETT Today pada Rabu (29/7/2026)

CDC Taiwan menyebut peningkatan COVID di Taiwan terjadi di tengah musim liburan musim panas yang mendorong mobilitas masyarakat sehingga risiko penularan ikut meningkat.

Masyarakat diimbau tetap mencuci tangan, memakai masker, melengkapi vaksinasi, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Mayoritas Kasus Berat Terjadi pada Lansia

Sejak Oktober tahun lalu, Taiwan telah mencatat 203 kasus COVID-19 berat dari penularan lokal, termasuk 25 kematian. Sebagian besar pasien berumur 65 tahun ke atas (73,4 persen) dan memiliki penyakit kronis (83,7 persen). Lebih dari 90 persen (90,6 persen) pasien dengan kondisi berat diketahui belum menerima vaksin COVID-19 musim ini.

Dalam empat pekan terakhir, varian NB.1.8.1 menjadi varian yang paling dominan di Taiwan. Gejala yang paling sering muncul meliputi:

  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Tren Global Juga Meningkat

Tingkat positif COVID-19 secara global juga dilaporkan kembali meningkat. Kenaikan terjadi di hampir seluruh wilayah dunia, kecuali Asia Tenggara dan Afrika.

Negara dan wilayah di sekitar Taiwan, seperti China, Hong Kong, Jepang, dan Amerika Serikat, juga tengah mengalami peningkatan kasus. Secara global, varian yang paling dominan adalah:

  • NB.1.8.1 (58,76 persen)
  • XFG (19,07 persen)
  • JN.1 (15,46 persen)

Vaksin Gratis Diperpanjang hingga September

Hingga 26 Juli, sekitar 1,742 juta orang telah menerima vaksin COVID-19 musim ini di Taiwan. Namun, cakupan vaksinasi pada kelompok lansia masih rendah. Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, cakupan dosis pertama baru mencapai 21,01 persen, sedangkan dosis kedua hanya 0,56 persen.

Karena kasus COVID di Taiwan terus meningkat dan tren global juga menunjukkan kenaikan, pemerintah memperpanjang program vaksin COVID-19 gratis hingga 28 September 2026.

Stok vaksin masih mencukupi, yakni sekitar 437.000 dosis, terdiri dari sekitar 435.000 dosis Moderna dan 2.000 dosis Novavax. Vaksin Novavax akan kedaluwarsa pada 31 Juli, sehingga masyarakat yang belum divaksin diimbau segera mendapatkannya.

Stok Obat dan Rapid Test Masih Aman

CDC Taiwan juga meminta kelompok berisiko tinggi, yakni lansia usia 65 tahun ke atas, masyarakat adat berusia 55 tahun ke atas, dan individu dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, untuk segera menerima dosis kedua apabila sudah enam bulan sejak vaksin pertama.

Pemerintah memastikan pasokan obat dan alat kesehatan masih mencukupi, dengan stok sekitar 168.000 paket Paxlovid, 17.000 paket Xocova, 153.000 dosis remdesivir suntik, serta sekitar 630.000 alat tes cepat (rapid test) COVID-19 yang tersedia di apotek dan minimarket.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya