Liputan6.com, Jakarta - Kulit bayi memiliki lapisan pelindung (skin barrier) yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan, sehingga rentan mengalami kekeringan, iritasi, hingga kemerahan. Tak hanya memengaruhi kesehatan kulit, skin barrier yang tidak terjaga juga dapat berdampak pada kenyamanan dan tumbuh kembang anak.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Stamatas GN dkk. (2010), kulit bayi dan anak sekitar 30 persen lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Selain itu, kemampuan kulit untuk mengunci kadar air juga belum optimal karena fungsi skin barrier masih terus berkembang, terutama pada tahun pertama kehidupan.
Advertisement
Penelitian tersebut menemukan bahwa meski kadar hidrasi kulit bayi lebih tinggi, kehilangan air melalui kulit atau transepidermal water loss (TEWL) juga lebih besar dibandingkan orang dewasa. Akibatnya, kulit bayi lebih mudah kering dan sensitif terhadap paparan zat yang dapat memicu iritasi.
Pada bayi baru lahir, kulit juga masih dilapisi vernix, yaitu lapisan pelindung alami yang akan mengelupas dengan sendirinya dalam minggu pertama setelah lahir. Oleh sebab itu, orang tua tidak perlu terburu-buru menggosok kulit bayi atau menggunakan produk perawatan secara berlebihan.
Apa yang terjadi jika skin barrier sehat? Dokter Spesialis Anak, dr. Ian Suteja, Sp.A, mengatakan, kesehatan skin barrier berperan penting dalam menjaga kenyamanan bayi. Kulit yang terlindungi dari iritasi membuat bayi lebih nyaman dan tidur lebih nyenyak, yang pada akhirnya mendukung proses pertumbuhan.
"Pelembap bagi kulit bayi itu sangat penting. Karena jika skin barrier-nya bagus, anak tidak mudah mengalami iritasi dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga hormon pertumbuhannya juga berkembang dengan baik," kata Ian.
Lebih lanjut, Ian, menambahkan,"Bahkan, pada anak yang memiliki alergi, skin barrier-nya lebih rentan sehingga lebih mudah mengalami iritasi atau kemerahan."
Menurut Ian, salah satu cara menjaga skin barrier bayi adalah menggunakan pelembap secara rutin. Dia menyarankan orang tua memilih produk yang mengandung ceramide, colloidal extract, dan Lactobacillus ferment lysate untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit.
Lapisan Pelindung yang Belum Matang
Pendapat serupa disampaikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Sanitca Indah, Sp.DVE yang mengatakan bahwa kulit bayi dan anak masih memiliki lapisan pelindung yang belum matang sehingga membutuhkan perawatan yang tepat sejak dini.
"Kulit bayi dan anak memiliki lapisan pelindung yang masih berkembang sehingga lebih mudah mengalami kekeringan dan iritasi. Oleh sebab itu, pemilihan produk perawatan dengan kandungan seperti ceramide, colloidal oatmeal, dan postbiotics penting untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat skin barrier anak," kata Sanitca.
Selain itu, sistem kekebalan tubuh bayi juga belum berkembang sempurna. Paparan bahan kimia, pewangi, maupun pewarna dari pakaian, deterjen, atau produk perawatan tertentu dapat meningkatkan risiko iritasi, kulit kering, lecet, hingga ruam.
Menjawab kebutuhan tersebut, GENTLY Baby menghadirkan pelembap dengan Cera-Care Biome Technology, yaitu teknologi yang mengombinasikan ceramide, colloidal extract, dan Lactobacillus ferment lysate dalam satu formula. Teknologi ini dirancang untuk membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma kulit bayi dan anak.
CEO sekaligus Co-Founder GENTLY Baby, Nyoman Anjani, mengatakan inovasi ini merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk perawatan kulit bayi yang lembut, berbasis sains, dan telah melalui uji klinis.