Cerita Dokter Restu Selamatkan Bayi Prematur Usai Gempa NTT

Dengan alat medis terbatas, dokter Restu dan tim membantu seorang ibu dalam melahirkan bayi prematur lewat operasi caesar darurat.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 20 Agustus 2026, 17:10 WIB
Menkes Budi dan bayi prematur yang lahir dengan persalinan dalam kondisi terbatas usai gempa NTT. (Foto: Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta - Bayi prematur dengan berat 1.500 gram lahir melalui operasi caesar darurat setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Persalinan itu berlangsung dalam kondisi serba terbatas karena akses menuju rumah sakit rujukan terputus akibat jalan dan jembatan yang rusak.

Demi menyelamatkan ibu dan bayi, dokter Restu dan tim terpaksa melakukan operasi caesar di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan dengan keterbatasan alat medis.

“Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC CITO, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak,” ungkap dokter Restu saat berbicara dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau langsung pelayanan medis di Kabupaten Nagekeo, NTT pada Selasa (18/8/2026). 

Keputusan darurat tersebut membuahkan hasil. Bayi prematur itu berhasil lahir dengan selamat dan kini menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi.

Di kesempatan itu, Budi mengatakan bahwa tugas prioritas Kementerian Kesehatan adalah keselamatan pasien. 

“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” tegas Budi.

Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 71

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT menjadi 71 orang.

Kabar tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (19/8/2026). Ia menyebut satu korban meninggal tambahan berasal dari Kabupaten Nagekeo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya