Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Agus Jamaludin, mengatakan telah mengambil langkah dalam menangani dampak kesehatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya dengan telah menyiagakan tenaga kesehatan (nakes) terutama di Kalimantan.
"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," terang Agus di Jakarta (21/8/2026).
Advertisement
Kemenkes juga mendistribusikan perlengkapan medis dan obat-obatan. Agus merinci, secara keseluruhan logistik yang telah disalurkan meliputi 278.940 buah masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), 40 buah face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.
Di titik-titik rawan seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya, ada pos kesehatan dan ruang oksigen. Selain itu, program "Oase Udara" juga dijalankan di fasilitas kesehatan Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan untuk memakai masker sebagai upaya mencegah paparan partikel halus PM2,5.
"Banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi, Jumat (21/8/2026).
Selain itu masyarakat di zona merah karhutla untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi.