Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) menganjurkan warga di wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memakai masker dengan kemampuan filtrasi tinggi saat beraktivitas di luar rumah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara Yuan Erenst Sukawatie mengatakan masker dengan filtrasi tinggi diperlukan untuk mengurangi paparan partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran.
Advertisement
“Untuk kondisi kabut asap seperti sekarang, kami menganjurkan masyarakat menggunakan masker yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi,” ujar Yuan mengutip Antara.
Menurut Yuan, masker seperti N95, KN95, atau KF94 dapat menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk particulate matter (PM) 2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Masyarakat tidak dianjurkan hanya mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kualitas udara dipenuhi asap dan partikel halus. Jenis masker tersebut dinilai tidak cukup untuk menyaring PM2,5.
“Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94,” kata Yuan mengutip Antara.
Selain memilih jenis masker yang tepat, masyarakat juga perlu memastikan masker terpasang dengan rapat dan menutup hidung serta mulut. Penggunaan masker yang tidak sesuai dapat mengurangi perlindungan terhadap partikel halus yang terdapat dalam kabut asap.
Dampak Paparan Kabut Asap
Paparan polusi udara akibat kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Beberapa kondisi yang dapat dipicu atau diperburuk antara lain pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan asma. Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan risiko penyakit paru lainnya.
Kelompok rentan, seperti lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit yang sensitif terhadap polusi udara, diminta lebih berhati-hati. Mereka dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
“Kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat,” ujar Yuan.
Masyarakat juga diimbau menjaga kualitas udara di dalam rumah selama kabut asap. Lingkungan sekitar rumah dapat dibasahi dengan air untuk mengurangi debu yang beterbangan. Sementara itu, lantai, jendela, dan ventilasi perlu dibersihkan secara rutin.