Merawat Anabul Bak Mengasuh Anak Kecil, Ini yang Dirasakan Pet Owner

Tingkah anabul yang beragam ternyata bisa mengajarkan pemilik banyak hal dalam kehidupan sehari-hari.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 23 Agustus 2026, 09:00 WIB
Merawat anabul bukan sekadar memberi makan dan menyediakan tempat tinggal. Pemilik juga perlu memahami karakter, kebiasaan, serta kebutuhan hewan agar mereka merasa nyaman dan aman. (Liputan6.com/Kanaya Nanda Putri)

Liputan6.com, Tangerang - Keputusan untuk mengadopsi dan merawat hewan peliharaan secara mandiri dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Proses merawat anabul atau pet parenting bukan sekadar menyediakan tempat tinggal, tapi juga menjadi pengalaman yang melatih kesabaran, empati, kepekaan, serta kedisiplinan dalam menjalani tanggung jawab sehari-hari.

Pengalaman memiliki hewan peliharaan saat masih kecil pun kerap berbeda dengan ketika harus mengurusnya sendiri saat dewasa. Mulai dari memahami kebiasaan makan, perilaku unik, hingga menjaga kesehatannya menjadi tantangan baru yang harus dipelajari pemilik.

Salah seorang pemilik anjing campuran bernama Jojo membagikan pengalamannya saat pertama kali beradaptasi merawat anjing yang menurutnya memiliki kepribadian dinamis layaknya balita.

"Tantangannya sih anjing tuh sebenarnya kayak anak bocah ya. Jadi kadang dia nggak mau makan, kadang makannya milih-milih," ujar Jojo kepada Kesehatan Liputan6.com usai acara Pawjog 9 yang digelar Pet Kingdom di Tangerang pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Di waktu yang sama, rekan Jojo, Ivana, juga mengaku sempat terkejut dengan tingkah laku anabul miliknya yang kerap bertindak impulsif. "Kagetnya karena dia suka tiba-tiba ngambil barang random yang di dalam tas aku, terus diresokin," kata Ivana sambil tertawa ringan.

Selain menghadapi karakter hewan yang beragam, pemilik anabul juga dituntut disiplin menjaga kesehatan hariannya. Perawatan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan nutrisi, mulai dari sayuran, buah, hingga susu bebas laktosa, serta imunisasi rutin seperti vaksin Bordetella, rabies, dan vaksin COVID.

Pendekatan Personal dan Kepekaan

Setiap hewan memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda sehingga pemilik maupun pengasuh perlu memahami kebutuhan individunya tanpa memaksakan kehendak. Hal ini juga menjadi perhatian Pet Kingdom, terutama ketika anabul harus beradaptasi dengan lingkungan baru seperti pet hotel.

Perwakilan Pet Kingdom, Joni, menjelaskan, pendekatan personal dilakukan dengan mengenali kebiasaan hewan melalui informasi dari pemiliknya.

"Kita biasanya nanya kepada pemiliknya, kebiasaan anabul sehari-hari yang biasa dilakukan. Jika anak bulu ini agak susah beradaptasi, di rumahnya sering ngelakuin apa? Kayak tadi, ngasih makannya pakai tangan, nah kita juga ngikutin. Pokoknya anak bulu pun nggak merasa asing," kata Joni.

Menurut Joni, mengikuti rutinitas yang sudah familiar bagi anabul dapat membantu mereka merasa lebih nyaman dan mengurangi stres ketika berada di lingkungan yang berbeda.

Tanggung jawab menghadapi kebiasaan picky eater, rasa cemas saat beradaptasi, hingga kebutuhan perawatan medis secara tidak langsung turut membentuk karakter pemilik menjadi lebih sabar, teliti, dan peka terhadap kebutuhan makhluk lain.

Pet Parenting

Seperti dikutip dari laman The Conversation, penelitian menunjukkan bahwa perilaku merawat hewan peliharaan memiliki sejumlah kemiripan dengan pola pengasuhan, meski kebutuhan anak manusia dan hewan tetap memiliki perbedaan mendasar.

Peneliti sekaligus antropolog dari Boise State University, Amerika Serikat, Shelly Volsche, sebelumnya mewawancarai sejumlah pemilik hewan peliharaan yang memilih hidup child free atau tidak memiliki anak.

Dalam penelitian tersebut, beberapa responden menggunakan istilah seperti 'mom' atau 'ibu' untuk menyebut diri mereka sebagai pemilik hewan peliharaan. Meski demikian, mereka tidak serta-merta memperlakukan anjing maupun kucing layaknya manusia.

Para pemilik tetap memahami kebutuhan biologis dan perilaku alami hewan. Misalnya, mereka menggunakan food puzzle saat memberikan makanan agar hewan dapat memenuhi naluri mencari makan secara alami.

Penelitian itu juga menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi, sosialisasi, hingga proses pembelajaran hewan tetap berbeda dengan anak manusia.

Oleh sebab itu, pet parenting lebih menekankan pada upaya memahami dan memenuhi kebutuhan spesifik hewan peliharaan secara bertanggung jawab, bukan menyamakan mereka dengan manusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya