Liputan6.com, Jakarta - Merawat anabul sejak kecil bukan hanya soal memberikan makanan bergizi dan menjaga kebersihan. Pemilik juga perlu memperhatikan kesehatan anabul secara menyeluruh, termasuk memastikan vaksinasi diberikan sesuai kebutuhan dan jadwal yang dianjurkan dokter hewan.
Hal ini turut menjadi perhatian pemilik anjing, Jojo dan Ivana. Usai menghadiri Pawjog 9 yang diselenggarakan Pet Kingdom di Tangerang, Sabtu (22/8/2026), keduanya membagikan pengalaman dalam menjaga vaksinasi anjing kesayangan mereka.
Advertisement
"Ada macam-macam, sih. Ada yang kayak Bordetella, terus habis itu ada rabies. Rabies itu tahunan, terus ada COVID juga," kata Jojo dan Ivana.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi anabul tidak hanya berkaitan dengan vaksin rabies. Ada pula vaksin tambahan yang dapat dipertimbangkan, terutama bagi anjing dengan gaya hidup yang membuatnya sering berinteraksi dengan anjing lain.
Salah satunya adalah vaksin Bordetella. Vaksin ini membantu melindungi anjing dari bakteri Bordetella bronchiseptica, salah satu penyebab umum kennel cough atau gangguan pernapasan yang mudah menular pada anjing.
Apa Itu Kennel Cough?
Kennel cough merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan atas yang menular di antara anjing, terutama ketika mereka berada dalam lingkungan yang ramai atau berdekatan.
Gejalanya dapat berupa batuk kering, keluarnya cairan dari hidung atau mata, lesu, hingga demam ringan. Pada sebagian besar anjing, kondisi ini dapat membaik. Namun, infeksi dapat menjadi lebih serius dan berkembang menjadi pneumonia, terutama pada anak anjing atau anjing dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dokter hewan senior sekaligus Director of Pet Health Information di Schwarzman Animal Medical Center, Ann Hohenhaus, menjelaskan bahwa kennel cough sebenarnya bukan disebabkan oleh satu bakteri atau virus saja.
Menurutnya, kondisi tersebut lebih tepat disebut canine infectious respiratory disease complex (CIRDC), karena dapat melibatkan berbagai patogen.
Salah satu bakteri yang umum menjadi penyebabnya adalah Bordetella bronchiseptica. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui percikan saat anjing yang terinfeksi batuk atau bersin maupun melalui benda yang terkontaminasi.
Vaksin Bordetella Tidak Menjamin Anabul Bebas Infeksi
Meski dapat membantu memberikan perlindungan, vaksin Bordetella bukan berarti membuat anabul sepenuhnya kebal terhadap kennel cough.
Dr. Cynda Crawford, DVM, PhD, menjelaskan bahwa vaksin Bordetella tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh patogen penyebab infeksi saluran pernapasan.
"Namun, vaksin dapat mengurangi tingkat keparahan gejala, mengurangi perkembangan menjadi pneumonia, memperpendek durasi infeksi, dan membuat anjing menularkan penyakit dalam waktu yang lebih singkat," ujar Crawford.
Vaksin Bordetella tersedia dalam bentuk intranasal, oral, maupun suntikan. Menurut Crawford, vaksin melalui hidung dan oral dapat membentuk kekebalan lebih cepat dan bertahan lebih lama dibandingkan vaksin suntik.
Tidak Semua Anabul Membutuhkannya
Vaksin Bordetella termasuk vaksin non-core, sehingga tidak otomatis dibutuhkan oleh setiap anjing. Pemberiannya perlu disesuaikan dengan gaya hidup dan tingkat paparan anabul terhadap anjing lain.
Anabul yang rutin mengikuti dog daycare, tinggal di tempat penitipan, pergi ke taman anjing, mengikuti pameran, atau berpartisipasi dalam olahraga anjing lebih mungkin mendapatkan manfaat dari vaksinasi ini.
Karena kebutuhan setiap anabul berbeda, pemilik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum menentukan jenis vaksin tambahan. Dengan begitu, vaksinasi dapat disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, aktivitas, serta risiko paparan yang dihadapi anabul sehari-hari.