Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulfikli, mengatakan puncak kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada 19 Agustus 2026. Bila melihat data, per 27 Agustus 2026, kasus ISPA telah tercatat di 12 kabupaten/kota dengan total sekitar 3.293 kasus.
"Awalnya (dampak asap karhutla) hanya di empat kabupaten/kota terkait ISPA. Tapi per 27 Agustus 2026 sekarang (terdampak) di 12 kabupaten/kota, sekitar 3.293 kasus ISPA," tutur Zulkifli saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta pada Jumat (28/8/2026).
Advertisement
Kasus terbanyak ditemukan di Pekanbaru, yang berbatasan dengan Pelalawan dengan sekitar 900 kasus, disusul Pelalawan sekitar 600 kasus.
Selain ISPA, kasus asma tercatat sekitar 80 kasus, diikuti dengan masalah iritasi kulit, konjungtivitis (mata merah) dan pneumonia.
"Upaya kami memastikan warga yang terdapat gejala untuk diobati di seluruh faskes pelayanan," lanjut Zulfikli.
Dinkes Riau juga berkoordinasi juga dilakukan dengan tenaga kesehatan dari Polda Riau dan Polresta. Khusus di Pelalawan, telah disiapkan posko terpadu.
Dinkes Riau juga mendistribusikan sekitar 69 ribu masker ke 12 kabupaten/kota, terutama Pelalawan. Perlindungan khusus disiapkan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita. Selain itu, pemerintah menyiapkan rumah oksigen dengan tiga tempat tidur serta posko pelayanan.