Sunway Medical Centre, Sunway City Perkuat Kapabilitas Kesehatan Regional

Sunway Medical Centre memperkuat layanan rujukan bagi pasien Indonesia dengan teknologi dan spesialisasi unggulan.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 08 September 2026, 15:52 WIB
Sunway Medical Centre Sunway City memperkuat layanan kesehatan untuk pasien Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan dukungan teknologi medis canggih dan lebih dari 80 subspesialisasi. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit tidak menular (PTM), termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan stroke, masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia. Kasus PTM bahkan diproyeksikan meningkat hingga 45 persen pada 2050.

Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, kerja sama kesehatan regional menjadi semakin penting. ASEAN Health Sector Work Programme 2026–2030 menempatkan penguatan kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat sistem kesehatan di Asia Tenggara.

Kondisi tersebut turut mendorong Sunway Medical Centre (SMC) Sunway City memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan kuarterner bagi pasien dari berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Rumah sakit swasta yang berbasis di Malaysia ini menggabungkan keahlian multidisiplin, teknologi medis canggih, sistem digital terintegrasi, serta layanan khusus pasien internasional untuk menangani berbagai kebutuhan kesehatan yang kompleks.

Chief Executive Officer Sunway Medical Centre, Sunway City, Erica Lam, mengatakan kebutuhan pasien saat ini tidak lagi sebatas mendapatkan pengobatan.

"Seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan kesehatan, pasien tidak hanya mencari pengobatan semata. Mereka menginginkan keyakinan terhadap tim medis, akses tepat waktu ke spesialis yang sesuai, serta dukungan yang terkoordinasi sepanjang perjalanan kesehatan mereka," kata Erica.

"Di Sunway Medical Centre, kami terus memperkuat kapabilitas ini melalui keunggulan klinis, inovasi, dan pendekatan yang berpusat pada pasien," lanjutnya.

Punya 28 Centres of Excellence

Sunway Medical Centre Sunway City memperkuat layanan kesehatan untuk pasien Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan dukungan teknologi medis canggih dan lebih dari 80 subspesialisasi. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun di bidang kesehatan, SMC saat ini memiliki kapasitas 1.090 tempat tidur dan didukung lebih dari 370 konsultan yang mencakup lebih dari 80 subspesialisasi di 28 Centres of Excellence.

Layanan yang tersedia mencakup penanganan berbagai kondisi, mulai dari diagnostik hingga kasus kompleks di bidang Hematologi, Onkologi, Ortopedi, Kardiologi, Neurologi, Gastroenterologi, dan bidang lainnya.

SMC juga telah dinobatkan sebagai rumah sakit nomor satu di Malaysia dan masuk dalam jajaran 250 rumah sakit terbaik dunia versi Newsweek World’s Best Hospitals selama beberapa tahun berturut-turut.

Dari sisi akreditasi, SMC menjadi satu-satunya pusat medis di Malaysia yang meraih tiga akreditasi rumah sakit berskala internasional, yakni Joint Commission International dari Amerika Serikat, Australian Council on Healthcare Standards International, serta Malaysian Society for Quality in Health.

Perkuat Teknologi Medis

Untuk mendukung layanan kasus kompleks, SMC terus berinvestasi dalam teknologi diagnostik dan terapi mutakhir.

Teknologi tersebut antara lain sistem bedah robotik da Vinci Xi, Mako SmartRobotics dan Rosa Knee System untuk prosedur penggantian sendi, serta Leksell Gamma Knife untuk radiosurgery non-invasif dengan tingkat presisi tinggi pada kondisi otak tertentu.

SMC juga menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menggunakan AiBLE untuk prosedur bedah tulang belakang.

Selain itu, SMC telah memperkenalkan NAEOTOM Alpha, pemindai CT photon-counting pertama di Malaysia. Teknologi ini menghasilkan detail gambar yang sangat tinggi dengan efisiensi dosis yang lebih baik sehingga dapat membantu penilaian yang lebih presisi pada bidang onkologi, kardiologi, dan perawatan vaskular.

Pemanfaatan teknologi juga diterapkan pada layanan farmasi melalui Inpatient Pharmacy Automation System dan Outpatient Pharmacy Automation System. Sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemberian obat, manajemen inventori, efisiensi operasional, serta keselamatan pasien.

SMC juga memiliki Laboratorium Hematologi Khusus yang menyediakan layanan diagnostik lanjutan, pemrosesan sel punca, dan kriopreservasi.

Rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang menawarkan extracorporeal photopheresis, terapi khusus untuk komplikasi tertentu yang berkaitan dengan gangguan darah dan transplantasi sel punca.

Perluas Layanan Kesehatan Anak

Sunway Medical Centre Sunway City memperkuat layanan kesehatan untuk pasien Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan dukungan teknologi medis canggih dan lebih dari 80 subspesialisasi. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Selain bidang Kardiologi, Onkologi, Neurologi, Gastroenterologi, dan Ortopedi yang dikenal sebagai “CONGO”, pediatri menjadi salah satu fokus pengembangan layanan SMC.

SMC merupakan rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang memiliki Departemen Gawat Darurat Anak khusus. Rumah sakit ini juga menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang mendirikan TRoom, dengan memanfaatkan teknologi imersif untuk mendukung anak-anak dengan masalah perkembangan atau child development.

Layanan pediatri SMC didukung 56 spesialis yang mencakup 28 subspesialisasi. Kapabilitas tersebut memungkinkan penanganan berbagai kondisi, mulai dari penyakit anak yang umum hingga kasus kompleks seperti kanker, penyakit jantung, neurologi, gangguan pencernaan, bedah, dan ortopedi.

Pengembangan layanan tersebut turut diperkuat dengan pembukaan Tower F, gedung keenam SMC. Gedung ini memperluas kapasitas pediatri melalui kamar khusus anak dengan konsep child-friendly untuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman selama menjalani perawatan.

Pada tahap kedua pembukaan Tower F, SMC juga akan menyediakan kamar khusus bagi pasien anak dengan kanker darah.

Erica mengatakan perawatan anak membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kondisi medis.

"Anak-anak membutuhkan perawatan yang tidak hanya menjawab kebutuhan medis mereka, tetapi juga kesejahteraan emosional mereka dan keluarga," ujarnya.

"Dengan menggabungkan keahlian subspesialis yang luas, kapabilitas terapi canggih, serta lingkungan yang dirancang khusus, kami berupaya memberikan perawatan komprehensif dan penuh kasih sayang bagi anak-anak, sekaligus memberikan keyakinan lebih besar bagi orang tua sepanjang perjalanan perawatan," tambah Erica.

Pasien Indonesia Dominasi Pasien Internasional

Sunway Medical Centre Sunway City memperkuat layanan kesehatan untuk pasien Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan dukungan teknologi medis canggih dan lebih dari 80 subspesialisasi. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Indonesia menjadi salah satu pasar pasien internasional terbesar bagi SMC. Pasien asal Indonesia disebut menyumbang lebih dari 50 persen volume pasien internasional rumah sakit tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan pasien Indonesia dan pasien internasional lainnya, SMC menyediakan dukungan sejak sebelum pasien tiba hingga menjalani perawatan dan tindak lanjut.

Layanan tersebut mencakup koordinasi kasus sebelum kedatangan, penjadwalan konsultasi dengan spesialis, transportasi, rawat inap, pengaturan asuransi, layanan interpretasi, perpanjangan visa, hingga dukungan evakuasi medis.

Lokasi SMC di Sunway City juga memberikan keuntungan bagi pasien dan keluarga. Sebagai kota mandiri yang terintegrasi, Sunway City menyediakan akses terhadap akomodasi, pusat perbelanjaan, kuliner, transportasi, serta berbagai fasilitas kesehatan.

Selain itu, keberadaan Sunway Sanctuary sebagai pusat hunian aktif untuk pensiunan juga menyediakan pilihan akomodasi bagi pasien internasional dan keluarga selama menjalani perawatan.

Dengan ekosistem tersebut, pengalaman pasien tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup kenyamanan dan dukungan selama menjalani seluruh proses perawatan.

"Teknologi dan infrastruktur memang penting, tetapi nilai sebenarnya terletak pada bagaimana hal tersebut meningkatkan keseluruhan perjalanan pasien," katanya.

"Fokus kami adalah menggabungkan keahlian klinis, dukungan terkoordinasi, dan lingkungan terpadu sehingga pasien dan keluarga merasa mendapatkan informasi, dukungan, serta perhatian—mulai dari pertanyaan pertama hingga perawatan, pemulihan, dan tindak lanjut," pungkas Erica.

Pengembangan layanan SMC tersebut sejalan dengan kebutuhan kesehatan di kawasan Asia Tenggara yang semakin kompleks, sekaligus mendukung upaya memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dan memperkuat kolaborasi kesehatan regional.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya