Liputan6.com, Jakarta - Merawat kulit tidak selalu membutuhkan rutinitas panjang atau perawatan yang rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru menjadi dasar untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus membantu mencegah penuaan dini dan berbagai masalah kulit.
Namun, ketika mulai mencari informasi tentang perawatan kulit, pilihan yang tersedia bisa terasa membingungkan. Ada skincare untuk digunakan sehari-hari, facial untuk perawatan berkala, treatment dengan teknologi berbasis energi dan laser, hingga injectable yang dilakukan melalui prosedur medis.
Advertisement
Setiap perawatan memiliki fungsi dan tujuan berbeda. Oleh sebab itu, pilihan sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tapi disesuaikan dengan kondisi kulit, kebutuhan, dan hasil yang ingin dicapai.
Perawatan Kulit Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Perawatan kulit dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Paparan UV dalam jangka panjang dapat memicu keriput, flek hitam, berbagai masalah kulit, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh sebab itu, penggunaan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan sehari-hari.
Selain itu, kulit perlu diperlakukan dengan lembut. Hindari air yang terlalu panas saat mandi, gunakan pembersih yang lembut, dan jangan menggosok kulit terlalu keras setelah mencuci wajah atau mandi.
Untuk kulit kering, pelembap yang sesuai dengan jenis kulit juga dapat membantu menjaga kelembapan.
Skincare, Facial, hingga Injectable Punya Fungsi Berbeda
Setelah kebiasaan dasar terpenuhi, skincare dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. Membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan melindungi kulit dari sinar matahari merupakan langkah yang dapat dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, facial dapat menjadi perawatan tambahan yang dilakukan secara berkala. Dalam konsep continuum of care, facial dapat berperan sebagai bagian dari maintenance atau pemeliharaan kondisi kulit.
Apa Bedanya dengan Treatment?
Berbeda lagi dengan treatment berbasis energi dan laser yang ditujukan untuk kebutuhan kulit tertentu. Ada pula injectable yang dilakukan melalui prosedur medis.
Karena memiliki fungsi berbeda, semakin banyak produk atau treatment yang digunakan tidak otomatis membuat kulit semakin sehat. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan kulit dan memilih perawatan secara tepat.
Perubahan kebutuhan tersebut ikut memengaruhi perkembangan klinik aesthetic di Indonesia. Klinik kini tidak cukup hanya mengandalkan satu atau dua treatment unggulan.
Pasien dapat memiliki kebutuhan yang berbeda pada setiap tahap perawatan. Skincare bisa menjadi dasar, facial menjadi maintenance, sementara treatment berbasis teknologi, laser, atau injectable dapat dipertimbangkan ketika terdapat kebutuhan yang lebih spesifik.
Pendekatan tersebut diangkat Regenesis Indonesia melalui konsep 'A Journey of Care, From Outside to Within' dalam ARUNA 2026, yang mencakup skincare, facial & spa, injectable, facial & body devices, laser, physiotherapy & wellness, hingga longevity.
Kegiatan diperkuat dengan demo live, Mini Interactive with the Expert bersama dr. Worry, SpDVE, FINSDV, serta Case Sharing Experience bersama dr. Panji Respati Satjamanggala, Sp.DVE dan dr. Riris Asti Respati, Sp.D.V.E.
Presiden Direktur PT Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati, mengatakan, pemilihan produk dan teknologi kini semakin mempertimbangkan kualitas serta dasar ilmiah.
Menurut Emmy, dokter dan pemilik klinik di Indonesia semakin mengutamakan kualitas, scientific approach, teknologi baru dan inovasi ketika memilih produk. Sehingga, kepercayaan itu bukan hanya tentang menyediakan produk.
"Tapi bagaimana kami dapat menjadi partner yang ikut mendukung perkembangan bisnis dan kebutuhan klinik mereka," katanya.
Jangan Lupa Kelola Stres
Worry, menambahkan, jangan abaikan stres ketika berbicara tentang kesehatan kulit. Stres berlebihan dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif dan memicu munculnya jerawat maupun masalah kulit lainnya.
Oleh sebab itu, penting untuk memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Pastikan tidur cukup dan tambahkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian, misalnya berjalan kaki.
Mengurangi daftar pekerjaan yang harus diselesaikan juga dapat membantu. Meditasi dan yoga bisa menjadi pilihan untuk membantu mengelola stres.
Selain itu, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai dan bertemu dengan orang-orang yang berarti.