Cegah Asma Kambuh Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lakukan Ini

Dokter sebut partikel halus abu vulkanik dapat mengiritasi dan menyebabkan penyempitan saluran napas.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 11 September 2026, 08:00 WIB
Mencegah asma kambuh usai abu vulkanik meluas. (Foto: Unsplash/Fa Barboza)

Liputan6.com, Jakarta - Pasien asma termasuk kelompok rentan bila terpapar abu vulkanik. Bila pasien asma berada di wilayah yang kena paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau maka perlu lebih waspada.

"Partikel halus dapat mengiritasi dan menyebabkan penyempitan saluran napas sehingga memicu batuk, wheezing, sesak, dan rasa berat di dada," tutur dokter Ihsanul Rajasa, Sp.P.D, FISQua dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjawab pertanyaan Liputan6.com lewat pesan tertulis. 

Karena itu Ihsanul menyarankan pasien asma perlu melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan abu sekaligus memastikan kondisi tetap terkontrol yakni:

  • Kurangi Paparan Abu Vulkanik

Kurangi paparan sebisa mungkin. Saat terjadi hujan abu, tetap berada di dalam ruangan dengan pintu dan jendela tertutup.

  • Pakai Masker saat Keluar Rumah 

Jika harus keluar, gunakan respirator N95 atau minimal KN95 yang terpasang dengan baik, bukan sekadar masker kain.

  • Hindari Olahraga di Luar Ruangan 

 

Pasien asma juga sebaiknya menghindari olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika abu masih berada di udara. Aktivitas tersebut dapat membuat frekuensi dan kedalaman napas meningkat sehingga lebih banyak partikel terhirup.

  • Pastikan Obat Asma Tetap Tersedia

Selain menghindari paparan, pasien asma perlu tetap menggunakan obat rutin sesuai resep dokter. Obat pelega atau rescue inhaler juga sebaiknya selalu tersedia dan mudah dibawa, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Jika obat asma habis, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi masing-masing untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

  • Tindakan Bila Terpapar

Jika terjadi paparan, segera masuk ke lingkungan dengan udara yang lebih bersih apabila mulai muncul batuk, wheezing, atau sesak.

  • Cari Pertolongan Medis Bila Kondis Berat

Segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak berat, sulit berbicara karena sesak, napas semakin memburuk, atau obat pelega tidak memberikan perbaikan seperti biasanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya