Liputan6.com, Jakarta - Membangun rasa percaya antara orangtua dan anak menjadi bagian penting dari proses toilet training. Anak perlu diyakinkan bahwa buang air besar (BAB) tidak selalu menimbulkan rasa sakit.
Advertisement
"Diawali dari saling percaya antara ibu dan anak. Jadi anak supaya kita bisa meyakinkan ini enggak sakit kok. Dia yakin memang poop (buang air besar) itu enggak sakit karena ibunya enggak pernah bohong," kata dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, Andy Darma.
Rasa percaya diperlukan agar anak yakin bahwa BAB tidak menimbulkan rasa sakit. Maka dari itu, ketika muncul rasa ingin buang air besar si Kecil tidak lagi menahan lagi.
Andy memaparkan kebiasaan menahan BAB dapat membuat feses semakin keras. Jika itu dibiarkan maka lama-lama dapat membuat anak semakin sulit untuk BAB.
Feses yang keras dapat menyebabkan nyeri. Rasa nyeri kemudian membuat anak kembali menahan BAB sehingga feses menjadi semakin keras.
"BAB keras menyebabkan nyeri. Nyeri menyebabkan menahan. Menahan menyebabkan bertambah keras. Jadi berputar saja siklusnya di situ, nanti enggak selesai-selesai," tutur Andy mengutip Antara.
Andy mengatakan kondisi tersebut perlu diputus dengan membuat feses menjadi lebih lunak dan membantu anak agar tidak lagi menahan BAB. Dokter dapat membantu memberikan obat untuk melunakkan feses sementara tugas ibu adalah meyakinkan anak agar tidak menahan.
Kepercayaan Anak ke Orangtua
Dokter yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur ini menilai kepercayaan anak kepada orang tua menjadi penting karena pengalaman sebelumnya dapat membuat anak memiliki trust issue atau rasa sulit percaya pada sesuatu. Misalnya, orangtua pernah mengatakan bahwa disuntik tidak sakit tapi anak merasakan sebaliknya.
Menurut Andy, ketika feses sudah lunak tetapi anak masih menahan BAB, ibu perlu memberikan keyakinan bahwa proses tersebut tidak sakit.
Setelah anak berhasil BAB tanpa rasa sakit orangtua dapat memberikan afirmasi dengan menanyakan apakah BAB tadi terasa sakit dan mengingatkan anak agar tidak menahannya kembali.
"Membangun rasa percaya menyelesaikan trust issue pada anak," ujar Andy.