Selebgram Jule Ditangkap Terkait Vape Etomidate, Apa Itu?

Selebgram Jule mengaku pakai vape etomidate karena stres. Apa itu etomidate?

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 20 September 2026, 07:00 WIB
Selebgram Jule atau Julia Prastini Ditangkap Terkait Vape Etomidate

Liputan6.com, Jakarta - Selebgram Julia Prastini (JP) alias Jule diamankan Polres Bandara Soekarno Hatta Banten terkait vape etomidate. Wanita 26 tahun ini mengaku memakai rokok elektrik mengandung etomidate karena stres. 

Pengakuan tersebut disampaikan Jule kepada polisi saat menjalani pemeriksaan terkait penggunaan vape berisi obat tersebut.

“Alasannya alasan pribadi, mungkin dari rasa ada stres atau lain sebagainya. Itu alasan yang diutarakan oleh JP,” ungkap Kasatnarkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta AKP Michael Tandayu, Sabtu (19/9/2026) mengutip News Liputan6.com.

JP diketahui baru mengenal, memesan dan menggunakan vape berisi cairan etomidate pada 2 atau 3 minggu ke belakang.

"Dari pengakuan maupun dari penyelidikan lebih lanjut penelusuran, JP baru memulai melakukan ini dari kurang lebih 2 sampai 3 minggu yang lalu, baru mencoba," katanya.

Menurut pengakuan Jule, selama ini ia sudah memesan 4 cartridge etomedate. Tiga sudah dipakai dan 1 lainnya masih berisi penuh etomidate

Etomidate sendiri bukan zat yang dirancang untuk digunakan melalui vape. Etomidate merupakan anestesi yang digunakan secara medis melalui suntikan intravena. Lantas, apa yang bisa terjadi pada tubuh ketika etomidate disalahgunakan?

Pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Zullies Ikawati menjelaskan bahwa etomidate adalah obat anestesi atau obat bius yang disuntikkan ke pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk induksi anestesi sebelum prosedur operasi atau sedasi pada pasien.

"Fungsi utamanya membuat pasien tidur (anestesi) dengan cepat tanpa menurunkan tekanan darah terlalu banyak," kata Zullies.

Obat ini digunakan terutama pada pasien kritis yang tidak stabil secara kardiovaskular (seperti pasien syok, trauma berat).

 

Cara Kerja Etomidate

Etomidate bekerja dengan menekan sistem saraf pusat, khususnya dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter GABA (zat alami di otak yang menghambat sinyal saraf).

Lantaran etomidate adalah obat keras maka obat ini harus pakai resep dokter dan penggunaannya terbatas di lingkungan medis seperti ruang operasi dan ICU.

"Etomidate bukan obat yang aman untuk penggunaan sembarangan, apalagi untuk rekreasi," kata Zullies.

"Efek penyalahgunaannya bisa sangat berbahaya," tegasnya.

 

 

Bahaya Penyalahgunaan Etomidate

Dampak penyalahgunaan etomidate mulai dari penekanan fungsi adrenal yang bisa berujung pada kematian.

"Penyalahgunaan etomidate bisa membuat penekanan fungsi adrenal, ini berarti tubuh tidak bisa menghasilkan hormon stres. Kondisi ini menyebabkan syok adrenal atau bahaya kematian," kata Zullies.

Berikut bahaya penyalahgunaan etomidate:

  • Depresi pernapasan, kondisi napas melambat atau berhenti.
  • Penurunan kesadaran berat atau koma.
  • Kejang, walau jarang, bisa terjadi pada beberapa orang.
  • Mual, muntah hebat.
  • Efek psikotropik, muncul halusinasi atau sensasi "keluar dari tubuh" (dissociative experience) pada dosis tertentu, namun efek ini tidak stabil dan bisa sangat berbahaya.
  • Ketergantungan psikis (meskipun lebih jarang dibandingkan zat seperti opioid).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya