Selebgram Jule Pakai Vape Etomidate, Dokter Paru Ungkap Bahaya untuk Tubuh

Organ dan sistem yang menjadi perhatian akibat vape etomidate antara lain sistem saraf pusat dan kelenjar adrenal.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 22 September 2026, 14:52 WIB
Jule Julia Prastini terkait vape etomidate (instagram.com/juliaprt7)

Liputan6.com, Jakarta - Selebgram Julia Prastini atau Jule terseret kasus vape etomidate. Vape yang ia gunakan bukan mengandung cairan rokok elektrik biasa tapi etomidate.

Terkait penggunaan etomidate dalam cairan rokok elektrik hal ini dapat memicu efek sistemik yang serius seperti disampaikan dokter spesialis paru konsultan Profesor Dr dr Erlina Burhan dari RSUP Persahabatan Jakarta.

"Ketika suatu obat yang seharusnya diberikan secara intravena diformulasikan secara ilegal ke dalam cairan vape, kita tidak dapat memastikan dosis yang masuk, ukuran partikel atau aerosol, bahan pelarut, maupun zat lain yang ikut terhirup," kata Erlina.

Setelah zat yang diuapkan masuk ke paru, senyawa tersebut dapat masuk ke dalam aliran darah dan kemudian mencapai berbagai organ. Pada etomidate, organ dan sistem yang menjadi perhatian antara lain sistem saraf pusat dan kelenjar adrenal.

Pada sistem saraf, dapat terjadi sedasi, kebingungan, tremor, gangguan koordinasi, gangguan kesadaran, dan pada kondisi berat dapat terjadi gangguan pernapasan.

Sedangkan pada sistem adrenal, etomidate dapat menghambat produksi kortisol. Bila terjadi berulang atau berat, kondisi ini dapat menyebabkan insufisiensi adrenal.

Beberapa laporan pada pengguna vape etomidate juga menunjukkan hipokalemia berat yang dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan irama jantung, bahkan gangguan pernapasan seperti mengutip Antara.

Dalam laporan dari Hong Kong, misalnya, dia menyebut terdapat 45 kasus penyalahgunaan space oil yang datang ke instalasi gawat darurat selama Mei sampai dengan Desember 2024.

Rata-rata usia pasien adalah 17 tahun dengan gejala yang dilaporkan antara lain kebingungan, tremor, gangguan berjalan, sinkop, dan mioklonus. Sebagian pasien bahkan membutuhkan perawatan intensif dan dilaporkan terdapat kematian pada rangkaian kasus tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar masalah paru, tetapi merupakan masalah toksikologi sistemik. Ia menilai bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan bukti terkait dengan cedera paru yang spesifik dapat disebabkan oleh etomidate karena kajiannya yang masih terbatas, karena penggunaan melalui vape merupakan fenomena yang relatif baru dan data klinis jangka panjang belum banyak tersedia.

"Jadi saya tidak akan mengatakan bahwa etomidate pasti menyebabkan kerusakan paru karena bukti spesifik untuk pernyataan tersebut belum cukup kuat," kata dia.

Namun yang jelas, Erlina menyampaikan aerosol dari vape dapat menyebabkan iritasi dan cedera pada saluran napas dan paru, sementara zat psikoaktif yang masuk melalui paru dapat diserap dengan cepat ke dalam sirkulasi sistemik.

Selain itu, efek sedasi dan gangguan kesadaran dapat meningkatkan risiko gangguan proteksi jalan napas dan gangguan pernapasan, terutama apabila etomidate digunakan bersama zat depresan sistem saraf pusat lainnya.

 

Etomidate Bisa Bikin Hilang Kesadaran

 

Etomidate menurut Erlina adalah obat anestesi yang bekerja terutama melalui reseptor GABA-A di sistem saraf pusat. Efeknya dapat menyebabkan sedasi, perubahan kesadaran, gangguan koordinasi, dan pada paparan tertentu dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

Salah satu masalah penting etomidate adalah kemampuannya menghambat enzim 11β-hydroxylase pada kelenjar adrenal. Akibatnya, produksi hormon kortisol dapat menurun.

Efek ini sudah dikenal dalam penggunaan medis, dan menjadi lebih mengkhawatirkan apabila etomidate digunakan berulang kali atau dalam pola penggunaan yang tidak terkontrol.

Pada kasus penyalahgunaan melalui vape yang telah dilaporkan, dia mengatakan telah ditemukan gangguan seperti insufisiensi adrenal, kadar kalium yang sangat rendah, kelemahan otot, gangguan kesadaran, tremor, gangguan koordinasi, hingga kondisi yang membutuhkan perawatan intensif.

"Jadi, masalahnya bukan hanya karena etomidate dapat membuat seseorang fly atau kehilangan kesadaran, tetapi karena zat ini dapat mengganggu sistem fisiologis tubuh yang penting untuk mempertahankan tekanan darah, respons terhadap stres, dan fungsi organ," ujar Erlina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya