Liputan6.com, Jakarta - Anak berperawakan pendek tidak selalu karena kurang nutrisi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak berperawakan pendek.
“Perawakan pendek pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, sehingga tidak dapat serta-merta disamakan dengan stunting atau hanya dianggap sebagai masalah nutrisi,” kata dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI dalam konferensi pers di Jakarta.
Advertisement
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan perawakan pendek adalah gangguan hormonal, antara lain Growth Hormone Deficiency (GHD), Small for Gestational Age (SGA), dan hipotiroidisme (hypothyroidism) seperti mengutip Antara.
Selain itu, faktor genetik juga dapat berperan. Salah satunya Sindrom Turner yang memiliki prevalensi sekitar 1 banding 1.500 sampai 2.000 pada kelahiran bayi perempuan hidup.
Secara global, GHD diperkirakan terjadi pada sekitar satu dari 4.000 hingga 10.000 anak. Sementara itu, pada sebagian anak lainnya penyebab spesifik perawakan pendek tidak dapat diidentifikasi meskipun telah dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Kondisi tersebut dikenal sebagai Idiopathic Short Stature (ISS).
Lantaran ada beragam kemungkinan, Aman mengatakan hal yang perlu diperhatikan bukan hanya tinggi badan anak pada satu waktu, tetapi juga pola pertumbuhan dan laju penambahan tinggi dari waktu ke waktu.
Apabila terdapat pola pertumbuhan yang berbeda dari yang diharapkan, Aman menyarankan supaya orang tua dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang sesuai.