Selain Benjolan, Segera Cek Bila Menemukan Kondisi Ini pada Payudara

Benjolan bukan satu-satunya keluhan yang membuat perempuan datang memeriksakan kondisi payudara.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 28 September 2026, 17:00 WIB
Kanker payudara/unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Benjolan menjadi salah satu tanda yang paling sering membuat perempuan khawatir terhadap kanker payudara. Namun, tidak semua benjolan merupakan kanker.

"Ada benjolan, jangan panik duluan. Kalau ada periksakan segera. Kita tahu benjolan di payudara tidak semua kanker. Jadi jangan ditunda juga, segera periksa supaya mendapatkan terapi yang tepat dan hasil penanganan sesuai," kata dokter spesialis bedah onkologi, Amir Juliansyah dari RS EMC Pekayon Bekasi.

Amir mengatakan ada benjolan bukan satu-satunya keluhan yang membuat perempuan datang memeriksakan kondisi payudara. Ada pula pasien yang mengalami nyeri atau keluarnya cairan dari puting.

"Memang kalau pasien wanita datang berobat ada tiga, benjolan, sakit pada payudara, keluarnya cairan dari puting," ujarn Amir dalam program Liputan6 Healthy Hour bersama RS EMC. 

Selain keluhan tersebut, perubahan pada bentuk atau permukaan payudara juga perlu diperhatikan. Yakni kulit payudara yang tertarik ke dalam atau muncul cekungan pada permukaannya.

Lalu, segera cek bila permukaan payudara tampak seperti kulit jeruk. Perubahan semacam ini perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Lanjut dengan Pemeriksaan

Ketika ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara, dokter dapat melakukan pemeriksaan pencitraan sesuai kondisi dan usia pasien.

Amir menjelaskan, pada perempuan berusia di bawah 40 tahun, USG payudara dapat menjadi pilihan karena jaringan payudara umumnya masih lebih padat. Sementara pada usia di atas 40 tahun, mamografi dapat memberikan gambaran yang lebih jelas.

"Kalau ada benjolan ada USG atau mamografi sesuai usia pasien. USG pada usia di bawah 40 tahun, di mana padatan payudara masih padat, baik untuk dilakukan USG. Kalau mamografi di atas 40 tahun, payudara sudah lebih longgar jadi pemeriksaan lebih jelas," jelasnya.

Setelah pemeriksaan pencitraan dilakukan, dokter akan melihat apakah terdapat tanda yang mencurigakan ke arah keganasan. Jika ditemukan kecurigaan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan biopsi.

"Dengan biopsi bisa menentukan atau memastikan diagnosis, jenis kanker, grading, bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan imunohistokimia untuk menentukan biologi sel kanker. Jadi tujuannya untuk pengobatan," kata Amir.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi bagian dari pertimbangan dokter dalam menentukan terapi.

Rutin Periksa Sebelum Ada Gejala

Dokter spesialis bedah onkologi, Amir Juliansyah dari RS EMC Pekayon Bekasi, bicara tentang deteksi dini kanker payudara.

Di kesempatan yang sama, Amir mengingatkan perempuan untuk rutin memeriksakan kesehatan payudara. Deteksi dini kanker payudara tidak harus menunggu sampai muncul gejala.

"Deteksi dini ini yang penting, kita kan tahu ada SADARI (periksa payudara sendiri dilakukan tiap bulan). Ini salah satu langkah deteksi dini," tutur Amir.

Lalu, untuk mendukung perlu juga pemeriksaan secara medis yakni dengan SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis yakni dengan USG mammae atau mamografi. 

Bila kanker ditemukan dalam stadium dini maka peluang keberhasilan pengobatan akan lebih baik dan pilihan terapi dapat lebih beragam.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya