Liputan6.com, Jakarta - Operasi katarak kini bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat dan pasien umumnya tidak perlu menjalani rawat inap. Meski begitu, bukan berarti perawatan setelah operasi bisa diabaikan.
Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pasien selama masa pemulihan, salah satunya menjaga mata agar tidak terpapar air. Hal ini penting karena infeksi menjadi salah satu komplikasi yang paling perlu diwaspadai setelah operasi katarak.
Advertisement
Dokter Spesialis Mata, Milzan Murtadha, Sp.M, mengatakan pasien akan mendapatkan obat sekaligus edukasi mengenai perawatan mata setelah operasi, termasuk upaya mencegah infeksi.
"Jadi, setelah kita lakukan operasi katarak dan penanaman lensa, itu ada beberapa hal yang harus kita jaga. Faktor terparah dari komplikasi setelah operasi itu biasanya infeksi, jadi gimana cara menjaganya? Satu, kita kasih antibiotik," kata Milzan dalam acara yang digelar JEC Eye Hospitals & Clinics di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bolehkah Mandi Setelah Operasi Katarak?
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul setelah operasi katarak adalah soal mandi. Pasien tetap diperbolehkan mandi, tapi perlu berhati-hati agar air tidak mengenai mata yang baru menjalani operasi.
Milzan menjelaskan bahwa pasien biasanya diminta mandi dari bagian leher ke bawah dan menghindari area mata.
Hal ini dilakukan karena air mandi dapat mengandung berbagai mikroorganisme yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi apabila masuk atau menggenang di area mata.
"Pasien diedukasi untuk mandinya itu leher ke bawah, jangan kena mata. Biasanya air mandi kita kan nggak semua terfilter, jadi pasti tetap ada mikroorganisme, bakteri, kuman, atau virus, takutnya menggenang dan bisa menyebabkan infeksi," ujar Milzan.
Pembatasan kontak mata dengan air tersebut tidak perlu dilakukan dalam waktu lama. Pasien perlu menjaga agar mata tidak terkena air selama sekitar tiga hari setelah operasi.
Sementara itu, pasien yang ingin keramas tetap diperbolehkan. Namun, tetap perlu berhati-hati agar air tidak masuk ke area mata.
Tak Perlu Pantangan Makanan
Selain soal mandi, pasien juga mungkin bertanya-tanya apakah ada makanan tertentu yang harus dihindari setelah operasi katarak.
Menurut Milzan, pada dasarnya tidak ada pantangan makanan khusus setelah operasi. Pasien tetap dapat mengonsumsi makanan sehari-hari seperti biasa.
Meski demikian, kondisi kesehatan masing-masing pasien tetap perlu diperhatikan. Pasien yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, perlu menyesuaikan pola makan dengan kondisi tersebut.
"Nggak ada pantangan. Cuma, kalau misalnya, saya selalu bilang ya, makan yang enak, tapi kalau misalnya ada sakit gula, (berarti lebih diperhatikan)," katanya.
Operasi Katarak Tak Selalu Membutuhkan Rawat Inap
Perkembangan teknologi membuat operasi katarak saat ini dapat dilakukan dengan prosedur yang relatif cepat dan minim invasif.
Beberapa teknologi yang digunakan antara lain fakoemulsifikasi dan FLACS (Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery). Dengan prosedur tersebut, pasien umumnya tidak perlu menjalani rawat inap dan dapat pulang setelah tindakan selesai.
Proses pembiusan pun umumnya tidak dilakukan dengan suntikan langsung pada area mata. Menurut Milzan, pasien biasanya mendapatkan obat bius berupa tetes mata.
Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan pembiusan umum.
"Nggak disuntik. Biusnya tetes atau kalau misalnya ada orang yang kayak beberapa yang kondisi, itu tetap bisa kita tawarkan untuk bius umum juga. Jadi tinggal tidur aja, terima beres, bangun-bangun selesai," ujar Milzan.
Meski operasi katarak kini relatif cepat, perhatian pasien setelah tindakan tetap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Menjaga mata dari paparan air dan mengikuti obat serta instruksi dokter menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk membantu mencegah komplikasi, terutama infeksi.