Liputan6.com, Jakarta - Kemajuan ilmu kedokteran neonatal membuat semakin banyak bayi yang lahir prematur mampu melewati masa kritis dan bertahan hidup. Namun, perjuangan bayi prematur tidak berhenti setelah keluar dari Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
"Keluar dari NICU bukan akhir perjuangan. Saat pulang ke rumah, proses tumbuh kembang justru baru akan dimulai. Pendampingan yang tepat akan membantu bayi prematur memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, dan mencapai potensi terbaiknya," ujar dokter spesialis anak, I.G.A. Nyoman Partiwi, ditulis pada Senin, 5 Oktober 2026.
Advertisement
Menurut dokter yang akrab disapa dokter Tiwi tersebut, setelah dinyatakan cukup stabil untuk pulang, bayi prematur tetap membutuhkan pendampingan untuk memastikan tumbuh dan berkembang secara optimal. Kebutuhan itu mencakup nutrisi, stimulasi, pemantauan tumbuh kembang, serta keterlibatan keluarga dalam perawatan.
Perubahan cara pandang terhadap perawatan bayi prematur tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam diskusi buku Bayi Prematur Menjemput Harapan pada Minggu (4/10/2026).
Keberhasilan perawatan bayi prematur kini tidak hanya dilihat dari kemampuan bayi bertahan hidup, tapi juga dari kesempatan untuk memiliki kualitas hidup yang baik bersama keluarga.
Orang Tua Jadi Bagian dari Perawatan
Perawatan bayi prematur dapat dimulai sejak masa kritis setelah kelahiran. Pada tahap ini, kata Tiwi, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan perawatan melalui pendekatan Family Integrated Care (FICare).
Pendekatan tersebut menempatkan orang tua bukan sekadar sebagai pengunjung, melainkan sebagai bagian dari tim perawatan setelah mendapatkan edukasi dan pendampingan dari tenaga kesehatan.
Dokter spesialis anak, konsultan neonatologi, Tetty Yuniati, mengatakan, keterlibatan keluarga dapat memberikan manfaat yang berlanjut setelah bayi meninggalkan NICU.
"Teknologi membantu bayi bertahan hidup. Namun, kehadiran keluarga membantu mereka bertumbuh. Ketika orang tua menjadi bagian dari proses perawatan, manfaatnya dapat dirasakan jauh setelah bayi meninggalkan NICU," ujarnya.
Dengan demikian, keluarga menjadi penyokong utama dalam perawatan dan pertumbuhan bayi, termasuk ketika si kecil sudah berada di rumah.
Tantangan Memberikan ASI
Salah satu bentuk keterlibatan keluarga adalah mendukung pemberian kolostrum dan ASI sedini mungkin, sesuai kondisi serta kesiapan medis bayi. Namun, proses tersebut dapat menjadi tantangan bagi ibu ketika bayi masih menjalani perawatan di NICU.
Pada kondisi tersebut, ibu mungkin perlu memproduksi ASI untuk kemudian diberikan kepada bayi. Oleh sebab itu, proses menyusui membutuhkan konsistensi dan dapat berlangsung lebih panjang.
Dukungan untuk mempertahankan produksi ASI pun menjadi bagian penting selama bayi menjalani perawatan. Persiapan masa laktasi bahkan dapat dilakukan sejak kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu.
Dukungan nutrisi selama kehamilan dan menyusui merupakan salah satu bagian dari upaya mempersiapkan tubuh menghadapi masa laktasi sekaligus mendukung produksi ASI setelah persalinan.
Perjalanan Berlanjut Setelah Pulang
Ketika bayi sudah cukup stabil untuk meninggalkan NICU, tantangan berikutnya justru berlanjut di rumah. Orang tua perlu memastikan bayi mendapatkan nutrisi, stimulasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan sesuai kebutuhannya.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi, Prof. Tono Djuwantono, menekankan bahwa perjalanan bayi prematur membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan dan keluarga.
"Setiap kehamilan membawa harapan. Ketika bayi lahir prematur, harapan itu tidak boleh berhenti. Ilmu kedokteran terus berkembang, tapi hasil terbaik hanya dapat dicapai ketika tenaga kesehatan dan keluarga berjalan bersama mendampingi setiap bayi," katanya.
Oleh sebab itu, perawatan bayi prematur tidak berhenti pada keberhasilan melewati masa kritis.
Setelah keluar dari NICU, masih ada perjalanan panjang untuk memastikan bayi mendapatkan dukungan yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berkembang, dan menjalani kehidupan bersama keluarganya secara optimal.