Liputan6.com, Bandar Lampung - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Djohan Lius, mengungkapkan kasus influenza di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2026. Hingga 3 Oktober 2026, tercatat 669 kasus influenza yang terdeteksi melalui pemantauan site sentinel.
Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat 223 kasus.
Advertisement
"Update data 1 Januari sampai 3 Oktober 2026, kasus influenza sebanyak 669 kasus yang masuk dalam definisi operasional dari ILI dan SARI," kata Djohan kepada Liputan6.com, Senin (5/10/2026).
Ratusan kasus tersebut terdeteksi melalui dua site sentinel pemantauan influenza, yakni site sentinel ILI (Influenza Like Illness) di Puskesmas Sumur Batu, Bandar Lampung, serta site sentinel SARI (Severe Acute Respiratory Infection) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.
Meski mengalami peningkatan, Djohan menjelaskan angka tersebut perlu dilihat berdasarkan cakupan site sentinel yang tersedia di Lampung.
Saat ini, Lampung memiliki satu site sentinel ILI di Puskesmas Sumur Batu yang mewakili wilayah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, site sentinel SARI berada di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dan menerima kasus dari berbagai wilayah kabupaten/kota di Lampung.
"Karena itu, kasus yang terdeteksi paling banyak tercatat di Bandar Lampung, terutama karena wilayah tersebut menjadi lokasi site sentinel ILI," tambahnya.
Subtipe Influenza yang Terdeteksi
Dinkes Lampung juga mengungkap subtipe influenza yang ditemukan dalam pemantauan. Djohan menyebut Influenza A(H1N1)pdm09 menjadi subtipe yang terdeteksi.
Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang mudah menular. Gejalanya dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
"Selain A(H1N1)pdm09, subtipe influenza yang umum ditemukan secara global antara lain A(H3N2) dan influenza tipe B. Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas influenza musiman secara global dilaporkan meningkat dan didominasi oleh virus influenza A," katanya.
Ada Kasus Influenza Berat hingga Kematian
Dinkes Lampung juga menemukan kasus influenza dengan kondisi berat. Kasus seperti ini umumnya ditangani melalui site sentinel SARI di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.
Djohan mengungkapkan terdapat pula kasus kematian yang tercatat dalam data site sentinel tersebut.
"Biasanya kasus influenza disertai dengan komorbid dan usia rentan pada pasien," ujarnya.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, orang dengan obesitas, serta penderita penyakit paru kronis dan penyakit jantung.
Dinkes Lampung Bicara soal Isu 'Superflu'
Di tengah meningkatnya kasus influenza, isu mengenai "superflu" atau Influenza A(H3N2) subclade K juga ramai diperbincangkan.
Djohan menjelaskan Influenza A(H3N2) subclade K bukan merupakan virus baru. Subclade tersebut merupakan cabang mutasi dari Influenza A(H3N2) yang telah lama bersirkulasi sebagai bagian dari influenza musiman.
Gejalanya umumnya menyerupai flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
Menurut Djohan, berdasarkan penilaian WHO dan situasi epidemiologi saat ini, subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan klade atau subclade influenza lainnya.
Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim hujan.
Masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
"Apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, malaise, atau nyeri otot, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama," imbaunya.
Kelompok berisiko tinggi juga diimbau memperhatikan pencegahan influenza, termasuk mempertimbangkan imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Dinkes Lampung turut meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kemungkinan kejadian luar biasa (KLB) influenza dengan memantau tren kasus ILI, SARI, ISPA, dan pneumonia.