Potret Kamari Nonton Final FIFA ASEAN Cup Pakai Earmuff, Bukan Cuma Aksesori

Kamari terlihat mengenakan earmuff saat final FIFA ASEAN CUP 2026 antara Indonesia vs Thailand. Apa manfaat pakai earmuff?

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 06 Oktober 2026, 13:10 WIB
Jennifer Coppen dan sang putri, Kamari, menghadiri laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK pada Senin (5/10) untuk mendukung Justin Hubner. (Source: Threads/@jenniferhubner)

Liputan6.com, Jakarta - Putri selebritis Jennifer Coppen, Kamari, ikut hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, saat final FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin (5/10/2026) malam. Di tengah suasana tribun yang ramai, bocah tiga tahun tersebut terlihat memakai earmuff berwarna merah muda demi mendukung sang ayah, Justin Hubner yang turun bermain. 

Acara olahraga termasuk lingkungan yang ramai, sehingga penggunaan earmuff di tengah bising tersebut menjadi salah satu cara mengurangi paparan suara keras pada anak.

Selain keriuhan di stadion, earmuff umumnya dapat digunakan anak ketika menghadiri acara konser, pertunjukan kembang api, dan tempat umum lainnya yang berpotensi menghasilkan intensitas suara tinggi, mengutip Sensory Assist.

Anak Lebih Sensitif terhadap Suara Keras

Sejalan dengan laman Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang dikutip pada Selasa (6/10/2026), menjelaskan bahwa paparan kebisingan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan meningkatkan stres pada anak. Selain itu, saluran telinga anak lebih kecil dan lebih peka dibandingkan orang dewasa.

Karena itu, perlindungan pendengaran dapat dipertimbangkan ketika anak berada di lingkungan yang bising, seperti konser, bandara, acara olahraga, maupun tempat dengan tingkat kebisingan tinggi lainnya.

Salah satu pilihannya adalah earmuff pelindung suara, yang mana alat ini dirancang untuk meredam suara yang masuk ke telinga. 

Earmuff seperti yang dipakai Kamari bekerja dengan menutupi bagian luar telinga dan mengurangi intensitas suara dari lingkungan sekitar. Pelindung telinga ini dapat mengurangi tingkat kebisingan sekitar 20–30 desibel, bergantung pada kualitas alatnya.

Selain melindungi pendengaran, peredaman suara juga dapat membuat lingkungan terasa lebih nyaman bagi anak ketika berada di tengah keramaian.

Namun, penggunaan earmuff tidak berarti anak harus terus-menerus memakainya. Pelindung suara dapat digunakan pada waktu yang tepat dan tidak terlalu lama agar anak tetap dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan di sekitarnya.

Selain sebagai upaya meredam bising dan paparan suara yang masuk ke telinga anak, earmuff juga dapat berfungsi sebagai penghangat di cuaca dingin, khususnya earmuff berbahan wol atau bulu sintetis. 

Ini menjadi satu hal penting lainnya untuk menghindari radang telinga pada anak yang disebabkan oleh paparan udara dingin.

Perhatikan ukuran dan cara penggunaan

Pemilihan earmuff untuk anak juga perlu disesuaikan dengan ukuran kepala. Orang tua disarankan untuk memperhatikan ukuran, kenyamanan bantalan, serta nilai Noise Reduction Rating (NRR) pada pelindung suara. Nilai tersebut menunjukkan kemampuan alat dalam meredam suara.

Selain itu, pentingnya fit yang nyaman, ikat kepala yang dapat disesuaikan, serta bobot yang ringan, juga menjadi pertimbangan. Pelindung telinga juga sebaiknya memenuhi standar keselamatan dan telah diuji untuk memberikan pengurangan suara yang sesuai.

Tambahannya, anak perlu diajarkan cara memakai earmuff dengan benar agar bagian telinga tertutup dengan baik tanpa celah, serta hal lainnya yang perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan alat tetap berfungsi dengan baik.

Dengan demikian, ketika anak diajak ke tempat seperti stadion yang dipenuhi sorakan dan suara keras, earmuff dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengurangi paparan kebisingan. 

Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi anak, ukuran alat, serta kebutuhan perlindungan pendengarannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya