Hidung Berair Saat Makan Pedas, Bisa Jadi Gustatory Rhinitis

Hidung berair saat makan pedas bisa jadi gustatory rhinitis, bukan alergi. Kenali penyebabnya.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 06 Oktober 2026, 16:00 WIB
Hidung berair saat makan makanan pedas tidak selalu berarti pilek atau alergi. Kondisi ini bisa menjadi tanda gustatory rhinitis, yaitu rhinitis nonalergi yang dipicu makanan pedas atau panas. (Unsplash.com/Ting Tian).

Liputan6.com, Jakarta - Hidung tiba-tiba berair saat menyantap makanan pedas? Jangan buru-buru mengira Anda sedang pilek. Kondisi tersebut bisa terjadi karena respons alami tubuh terhadap rasa pedas dan panas pada makanan.

Kondisi ini dikenal sebagai gustatory rhinitis, yaitu jenis rhinitis nonalergi yang membuat hidung berair ketika seseorang mengonsumsi makanan pedas atau panas. Gejalanya dapat muncul tiba-tiba saat makan atau sesaat setelahnya, lalu biasanya mereda tidak lama setelah makanan selesai disantap.

Dilansir dari Cleveland Clinic pada Selasa (6/10/2026), gustatory rhinitis bukanlah alergi makanan. Kondisi ini terjadi karena saraf di dalam hidung merespons rangsangan tertentu dari makanan.

Mengapa Makanan Pedas Bikin Hidung Berair?

Gustatory rhinitis terjadi ketika rasa panas atau bumbu tertentu mengaktifkan saraf trigeminal pada selaput lendir hidung. Aktivasi tersebut membuat hidung memproduksi lebih banyak lendir sekaligus melebarkan pembuluh darah di dalam hidung.

Akibatnya, hidung bisa menjadi berair, membengkak, atau terasa tersumbat.

Salah satu zat yang banyak ditemukan pada makanan pemicu adalah capsaicin, senyawa yang memberikan rasa pedas pada cabai. Senyawa ini membuat tubuh merespons makanan pedas dengan cara yang menyerupai respons terhadap panas.

Ketika tubuh merasa panas, pembuluh darah melebar untuk membantu membawa lebih banyak darah ke permukaan kulit dan melepaskan panas. Mekanisme serupa juga berperan dalam respons pada hidung saat seseorang mengonsumsi makanan pedas.

Meski begitu, tidak semua orang diketahui memiliki penyebab yang jelas mengapa saraf di hidung menjadi sensitif terhadap makanan pedas. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat muncul setelah cedera kepala atau operasi yang memengaruhi saraf.

Bukan Berarti Anda Alergi Makanan

Hidung berair saat makan makanan pedas memang bisa terlihat mirip dengan gejala alergi. Namun, gustatory rhinitis merupakan rhinitis nonalergi sehingga tidak disebabkan oleh alergi dan tidak menyebabkan anafilaksis.

Selain hidung berair, kondisi ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, pembengkakan di dalam hidung, bersin, mata berair, postnasal drip, hingga batuk ketika lendir mengalir ke bagian belakang tenggorokan.

Pemicu gustatory rhinitis juga tidak terbatas pada cabai. Makanan atau minuman panas, sup, saus pedas, bawang, mustard pedas, cuka, serta rempah seperti jahe, cabai bubuk, dan bumbu kari dapat memicu gejala pada sebagian orang.

Gejalanya Bisa Dikendalikan

Untuk memastikan apakah hidung berair disebabkan oleh gustatory rhinitis, dokter biasanya akan menanyakan pola gejala dan makanan yang menjadi pemicunya. Pemeriksaan kulit atau darah juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan alergi maupun kondisi lain dengan gejala serupa.

Gustatory rhinitis tidak memiliki pengobatan yang dapat menyembuhkannya secara permanen. Namun, gejalanya dapat dikelola, antara lain dengan semprotan hidung ipratropium bromide, semprotan kortikosteroid, pembilasan hidung menggunakan larutan saline, atau dekongestan sesuai anjuran dokter.

Jika hidung berair semakin sering terjadi, mengganggu aktivitas, atau muncul terus-menerus, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu panas atau pedas juga dapat membantu menekan munculnya gejala.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya