5 Cara Ayah Ciptakan Core Memory untuk Anak Perempuan

5 cara ayah membangun core memory anak perempuan lewat perhatian, dukungan, dan kebersamaan.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 06 Oktober 2026, 20:00 WIB
Kedekatan ayah dan anak perempuan dapat terbentuk dari momen sederhana. Meluangkan waktu, memberi dukungan, menciptakan kebiasaan bersama, hingga menjadi tempat aman bisa menjadi kenangan yang membekas. (Foto: Unsplash/OPPO Find X5 Pro)

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua kenangan masa kecil lahir dari liburan mewah atau hadiah mahal. Bagi seorang anak perempuan, momen ketika ayah meluangkan waktu, mendengarkan ceritanya, atau sekadar hadir di saat-saat penting justru bisa menjadi core memory yang terus diingat hingga dewasa.

Ibu sekaligus terapis keluarga Carol Kim menyebut ada lima hal yang dapat membantu membentuk kenangan penting bagi anak selama masa pertumbuhan. Menariknya, hal-hal tersebut tidak membutuhkan biaya besar. Kuncinya adalah kehadiran dan perhatian orang tua dalam kehidupan anak, dilansir dari Mum Central, Selasa (6/10/2026).

Luangkan Waktu Bersama

Salah satu cara paling sederhana untuk menciptakan kenangan bersama anak adalah meluangkan waktu. Quality time tidak harus diisi dengan aktivitas istimewa atau pergi ke tempat tertentu.

Membaca buku bersama, memasak, bermain, atau sekadar mengobrol dapat menunjukkan kepada anak bahwa orang tuanya benar-benar hadir untuk mereka.

Bagi ayah dan anak perempuan, momen seperti berjalan bersama, makan berdua, atau melakukan aktivitas yang disukai anak juga bisa menjadi kenangan berharga. Bukan soal tempat atau uang yang dikeluarkan, melainkan perasaan ketika anak mendapatkan perhatian penuh dari ayahnya.

Namun, kehadiran ayah bukan hanya dibutuhkan saat semuanya berjalan menyenangkan. Anak juga perlu tahu bahwa ayah akan tetap berada di sisinya ketika menghadapi tantangan.

Tunjukkan bahwa Ayah Selalu Mendukung

Anak membutuhkan orang tua yang berada di pihak mereka, baik ketika berhasil maupun ketika mengalami kegagalan. Dukungan tersebut dapat memberikan motivasi sekaligus membuat anak merasa aman.

Tidak perlu selalu berupa tindakan besar. Kalimat sederhana seperti "kamu pasti bisa" yang disampaikan pada waktu yang tepat dapat berarti besar bagi anak.

Begitu pula ketika ayah hadir saat anak menghadapi ujian, pertandingan, atau mencoba pengalaman baru. Kehadiran tersebut dapat membuat anak merasa memiliki seseorang yang selalu siap mendukungnya.

Selain dukungan dalam momen-momen besar, hal-hal kecil yang dilakukan secara berulang juga dapat meninggalkan kesan mendalam.

Ciptakan Kebiasaan Kecil Bersama

Kebiasaan keluarga yang dilakukan berulang kali bisa menjadi bagian dari kenangan masa kecil. Tradisinya pun tidak perlu rumit.

Misalnya, memiliki ritual khusus saat hari libur, merayakan ulang tahun dengan cara tertentu, atau menjalankan kegiatan rutin yang hanya dilakukan bersama keluarga.

Kebiasaan tersebut dapat membuat anak merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Pengalaman yang terus berulang juga dapat membentuk identitas serta menumbuhkan perasaan bahwa keluarga adalah support system utama.

Dari sana, ayah juga bisa mengajarkan nilai-nilai positif melalui pengalaman yang dilakukan bersama.

Libatkan Anak dalam Kegiatan Positif

Membangun kenangan tidak hanya bisa dilakukan untuk kepentingan keluarga. Ayah juga dapat mengajak anak melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya, membantu orang yang membutuhkan atau melakukan kegiatan sederhana yang mengajarkan pentingnya kebaikan dan sikap saling menolong.

Ketika anak melihat orang tuanya membantu sesama dan ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, pengalaman itu dapat menjadi pelajaran sekaligus kenangan yang dibawanya hingga dewasa.

Meski begitu, ada satu peran lain yang tidak kalah penting bagi ayah, yakni menjadi tempat anak kembali ketika kehidupannya tidak berjalan sesuai harapan.

Jadi Safe Space saat Anak Menghadapi Masalah

Momen yang paling membekas tidak selalu berasal dari saat-saat bahagia. Ketika anak menghadapi masalah, seperti konflik dengan teman, kesulitan di sekolah, atau patah hati, ayah dan ibu dapat menjadi tempat aman untuk mendapatkan kenyamanan dan dukungan emosional.

Rasa aman tersebut dapat membantu anak melewati masa sulit sekaligus membangun kekuatan ketika mereka membutuhkannya.

Karena itu, ayah yang mau mendengarkan tanpa menghakimi dan tetap hadir ketika putrinya menghadapi masalah dapat meninggalkan kesan yang sangat mendalam.

Bisa jadi, yang diingat anak bertahun-tahun kemudian bukan nasihat panjang yang pernah diberikan ayahnya, melainkan perasaan bahwa saat menghadapi masalah, ia tahu harus pulang kepada siapa.

Kedekatan Ayah dan Anak Perempuan

Pentingnya membangun kedekatan antara ayah dan anak perempuan sejak kecil juga disoroti dalam sebuah utas di media sosial. Salah satu bentuknya adalah mengajak anak menghabiskan waktu berdua, memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, serta memberikan apresiasi atas dirinya.

"Ajak nge-date berdua Pak, treat her like a princess, puji dia dengan senyumnya, matanya, rambutnya dan lain-lain. Kalau kata suamiku, biar anaknya akan merasa berharga, tidak ada yang bisa mengecilkan dia dan nggak haus perhatian dari orang lain (apalagi lawan jenis)," tulis akun @tantiyo menanggapi utas sebelumnya di Threads.

Pada akhirnya, core memory tidak selalu harus direncanakan. Banyak kenangan justru terbentuk dari rutinitas dan momen sederhana yang terjadi berulang kali.

Bagi anak perempuan, perhatian ayah, dukungan saat menghadapi kegagalan, kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, hingga kesediaan untuk mendengarkan ketika sedang menghadapi masalah dapat menjadi bekal emosional yang dibawa sepanjang hidup.

Sebab, bagi seorang anak, yang paling membekas sering kali bukan seberapa mahal sesuatu yang diberikan orang tua, tetapi seberapa hadir orang tua ketika mereka membutuhkannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya