AI Buka Peluang Baru untuk Mempercepat Penemuan Obat

AI membuka peluang baru untuk mempercepat penemuan dan pengembangan obat bagi masyarakat.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 07 Oktober 2026, 14:07 WIB
Ilustrasi teknologi AI dalam pengembangan obat. Kolaborasi perusahaan farmasi dan teknologi AI diharapkan mempercepat riset, penemuan obat baru, serta membuka peluang terobosan di bidang medis. (Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuka peluang baru untuk mempercepat penemuan dan pengembangan obat. Peluang ini kini didorong melalui kolaborasi Novo Nordisk dan Anthropic yang akan memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menjawab berbagai tantangan dalam riset dan pengembangan obat.

Kedua perusahaan akan bekerja sama mengatasi tantangan utama dalam penemuan obat yang telah diidentifikasi oleh para ilmuwan dan tim komputasi Novo. Kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan solusi untuk persoalan ilmiah dan alur kerja (workflow) tertentu yang dapat mendukung penalaran biologis (biological reasoning).

Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu mempercepat proses penelitian sekaligus membuka peluang baru dalam memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat.

"AI dapat membantu kami meningkatkan produktivitas R&D dan mempersingkat proses dari penelitian hingga produk dipasarkan. Lebih dari itu, teknologi AI juga dapat membuka peluang ilmiah yang benar-benar baru serta membantu kami memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik," ujar Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar.

Menurut Mike, kolaborasi ini semakin memperkuat ambisi Novo Nordisk untuk menjadi perusahaan kesehatan yang paling berbasis AI di dunia. Kerja sama tersebut juga melengkapi berbagai inisiatif AI yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan bersama mitra teknologi lainnya.

AI Diuji dalam Pengembangan Obat

Sebagai langkah awal, Novo Nordisk akan menguji Claude Science pada sejumlah alur kerja dalam kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D).

Teknologi tersebut akan digunakan untuk menangani persoalan ilmiah yang dinilai paling berpotensi mendapatkan manfaat dari kolaborasi antara para ilmuwan Novo Nordisk dan Anthropic.

Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu tim R&D bekerja lebih produktif sekaligus mempercepat proses dari penelitian hingga obat dapat dikembangkan dan dipasarkan.

Co-Founder dan CEO Anthropic, Dario Amodei, mengatakan perkembangan teknologi AI berpotensi mempercepat terobosan di bidang biologi dan kedokteran.

"Dengan kemampuan AI yang terus meningkat, terobosan di bidang biologi dan medis yang biasanya dicapai dalam satu abad, berpotensi dapat terwujud hanya dalam satu dekade," ujar Dario.

Dia, mengatakan, pemberian akses kepada para peneliti terhadap model AI yang aman, mumpuni, dan tepercaya dapat membantu mempersingkat waktu penelitian serta meningkatkan hasilnya.

Teknologi tersebut juga diharapkan membantu para peneliti menemukan obat dan terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.

 

Perkuat Pengembangan Perangkat Lunak

Ilustrasi teknologi AI dalam pengembangan obat. Kolaborasi perusahaan farmasi dan teknologi AI diharapkan mempercepat riset, penemuan obat baru, serta membuka peluang terobosan di bidang medis. (Foto Unsplash/Adam Nieścioruk)

Kolaborasi Novo Nordisk dan Anthropic tidak hanya berfokus pada penemuan obat. Novo Nordisk juga akan memanfaatkan model AI Anthropic untuk memperkuat pengembangan perangkat lunak.

Langkah ini menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas pemanfaatan AI di berbagai lini perusahaan. Dengan begitu, teknologi AI tidak hanya digunakan untuk mendukung riset obat, tetapi juga berbagai proses kerja di dalam perusahaan.

Meski demikian, penerapan AI dalam kolaborasi ini tetap dirancang dengan tata kelola data yang kuat dan pengawasan manusia (human oversight).

Pendekatan tersebut bertujuan memastikan teknologi AI digunakan secara bertanggung jawab serta tetap memenuhi standar etika dan kepatuhan Novo Nordisk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya