National Kidney Foundation Indonesia Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Ginjal

Kenali faktor risiko dan jaga kesehatan ginjal sejak dini agar penyakit tidak berkembang hingga tahap lanjut.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 07 Oktober 2026, 18:05 WIB
National Kidney Foundation Indonesia (NKF Indonesia) saat berkunjung ke SCTV Tower pada Rabu (7/10/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Prevalensi penyakit ginjal diprediksi terus meningkat. Di tengah kondisi tersebut, National Kidney Foundation Indonesia (NKF Indonesia) menilai edukasi perlu diperkuat karena sebagian penyakit ginjal dapat dicegah atau diperlambat perkembangannya jika faktor risikonya dikenali dan dikendalikan sejak awal.

Ketua Umum NKF Indonesia, Komjen Pol. (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H., mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai faktor risiko serta cara menjaga kesehatan ginjal. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperbaiki pola hidup, melakukan deteksi dini, dan segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan.

“Ginjal ini organ yang sangat penting yang harus dirawat untuk kita bisa bertahan sampai usia tua,” kata Suhardi saat berkunjung ke SCTV Tower, Rabu (7/10/2026).

Menurut Suhardi, informasi mengenai kesehatan ginjal perlu disampaikan secara luas agar masyarakat tidak baru menyadari pentingnya menjaga ginjal ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Edukasi mengenai pencegahan juga diharapkan mendorong masyarakat memperbaiki pola hidup dan asupan sehari-hari.

“Dengan masifnya informasi, masyarakat sadar bahwa banyak hal-hal yang bisa kita kerjakan, pembangunan kesehatan itu ternyata bisa kita cegah. Nanti jadi memperbaiki kualitas dirinya, kualitas hidupnya termasuk asupan makanan, kemudian pola hidup diperbaiki. Kalau terjadi keluhan, segera dilaporkan,” pesannya.

Salah satu edukasi yang perlu diperkuat adalah meluruskan mitos kesehatan yang masih beredar di masyarakat. Termasuk anggapan bahwa konsumsi obat hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Anggota Dewan Pembina National Kidney Foundation Indonesia, Prof. Dr. dr. Aida Lydia, Sp.PD-KGH, Ph.D, menyatakan tidak benar konsumsi obat hipertensi membuat gagal ginjal.

"Yang merusak ginjal bukan obat hipertensinya, tetapi hipertensinya itu sendiri. Dan itu bisa dicegah. Dengan mengontrol tekanan darah secara teratur, itu sudah berarti menjaga kesehatan ginjal," tutur Prof Aida di kesempatan yang sama. 

Melihat pentingnya edukasi kesehatan ginjal, NKF Indonesia berharap dapat berkolaborasi dengan media untuk memperluas informasi.

Di kesempatan yang sama, Presiden Director EMC Healthcare, Jusup Halimi, menyambut baik kunjungan NKF Indonesia dan menyatakan dukungannya terhadap upaya edukasi mengenai kesehatan ginjal.

“Kami juga di EMC Healthcare selalu ingin berpartisipasi dalam konteks edukasi dan juga mengenai pengobatan dan operasi pada pasien penyakit ginjal,” kata Jusup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya