Liputan6.com, Jakarta - Ada sebagian orang dengan tekanan darah tinggi yang takut makan obat hipertensi secara teratur. Mereka khawatir obat tekanan darah justru akan merusak ginjal. Padahal hal itu tidak benar.
Anggota Dewan Pembina National Kidney Foundation Indonesia, Prof. Dr. dr. Aida Lydia, Sp.PD-KGH, Ph.D, menegaskan bahwa obat hipertensi bukan penyebab utama kerusakan ginjal. Justru tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan ginjal.
Advertisement
“Yang merusak ginjal bukan obat hipertensinya, tetapi hipertensinya itu sendiri. Dan itu bisa dicegah,” tutur Aida saat ditemui di SCTV Tower, Rabu (7/10/2026).
Aida menuturkan mengontrol tekanan darah secara teratur merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan ginjal. Karena itu, pasien hipertensi sebaiknya tidak menghentikan atau menghindari pengobatan hanya karena khawatir obat akan merusak ginjal.
“Dengan mengontrol tekanan darah secara teratur, itu sudah berarti menjaga kesehatan ginjal,” jelasnya.
Bukan cuma hipertensi, diabetes juga faktor risiko gagal ginjal. Maka perlu juga bagi pengidap diabetes untuk mengonsumsi obat secara rutin untuk menjaga fungsi ginjal.
“Jadi penyakit ginjal itu bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko. Apakah faktor risiko itu hipertensi, atau diabetes, atau ada gangguan yang lain,” katanya.
Sakit Pinggang Belum Tentu Penyakit Ginjal
Selain anggapan bahwa obat hipertensi dapat merusak ginjal, Aida menyebut masih ada pemahaman lain yang keliru mengenai penyakit ginjal. salah satunya mengaitkan sakit pinggang dengan gangguan ginjal.
Ginjal memang berada di area sekitar pinggang sehingga masyarakat kerap mengaitkan keluhan di bagian tubuh tersebut dengan penyakit ginjal. Namun, sakit pinggang tidak selalu menunjukkan adanya gangguan pada ginjal.
Padahal, banyak penyakit ginjal tidak selalu menimbulkan keluhan sakit pinggang. Sebaliknya, nyeri di area pinggang juga dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan ginjal.
“Banyak sekali sakit pinggang yang tidak ada keluhan. Dan sebaliknya, sakit pinggang belum tentu sakit ginjal,” jelasnya.
Karena itu, Aida mengingatkan masyarakat tidak mendiagnosis sendiri penyebab keluhan yang muncul. Jika mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan kesehatan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat. Lalu, lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin.