Liputan6.com, Jakarta - Kasus influenza mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, terutama pada kelompok rentan, seperti anak-anak.
Dokter spesialis anak, Imyadelna Ibna Nila Utama, dari RSAB Harapan Kita, menyebut beberapa kondisi yang mengharuskan untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah demam tinggi yang tidak kunjung turun selama lebih dari tiga hari.
Advertisement
- Demam tinggi lebih dari tiga hari
- Batuk pilek berat
- Mual dan lemas
- Napas cepat atau sesak
- Bibir membiru
“Biasanya itu tadi demam tinggi ya, batuk pilek berat, mual dan lemas, bibir yang biasanya merah atau pink justru terlihat kebiruan,” ujarnya dalam siaran langsung di Instagram resmi Kementerian Kesehatan pada Kamis (8/10/2026).
Seiring dengan melansir laman resmi Kemenkes, orang tua juga perlu memperhatikan apakah bagian dada pada anak tampak tertarik saat bernapas. Gejala lainnya seperti nyeri dada, kejang, atau kondisi sulit dibangunkan, juga perlu menjadi perhatian.
Selain itu, dehidrasi juga menjadi tanda sebagai kondisi yang perlu diwaspadai, serta kondisi yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk juga tidak boleh diabaikan.
Gejala Influenza
Sebelum muncul tanda bahaya, influenza umumnya ditandai dengan gejala yang muncul secara relatif mendadak.
Gejala tersebut antara lain demam, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan berat. Meski sebagian besar pasien dapat pulih dengan sendirinya, influenza bisa menjadi lebih berat pada kelompok rentan.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi meliputi anak kecil, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbid. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah pneumonia.
Pengobatan dan Mencegah Penularan
Untuk gejala ringan, obat pereda panas dan nyeri dapat menjadi pilihan selama masa pemulihan awal, sejalan dengan yang disampaikan oleh Imyadelna. Serta bagi anak-anak, pemilihan obat perlu mendapat anjuran dokter sebelumnya.
“Kalau demam kasih obat dulu, ternyata bisa turun. Makan minum mau, batuk pilek nggak begitu berat, bisa kasih paracetamol. Kalau anak sudah demam tinggi, gerak napasnya cepat atau nggak biasa, batuk pilek parah, segera cek ke dokter,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan langsung kepada tenaga kesehatan, supaya dapat memperoleh penanganan yang lebih pasti dan sesuai.
Selain itu, pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, serta mengurangi kontak dekat dengan orang lain ketika sedang sakit.
Kemenkes juga menganjurkan imunisasi influenza rutin setiap tahun untuk mengurangi risiko gejala berat.