Bahaya Bayi Mengonsumsi Telur Mentah, Bisa Alami Salmonellosis

Pada bayi yang sudah masuk MPASI hindari memberikan telur mentah atau setengah matang.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 12 Oktober 2026, 09:21 WIB
Bayi bisa mengalami keracunan makanan Salmonellosis bila diberi makan telur mentah atau setengah matang (Foto: Unsplash/Charl Durand)

Liputan6.com, Jakarta - Telur mentah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah lima tahun (balita). Pemberian telur mentah pada bayi di bawah lima tahun meningkatkan risiko keracunan makanan Salmonellosis.

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telur  dapat mengandung bakteri yang disebut Salmonella. Bakteri ini dapat masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak. Bila anak diberikan telur mentah, maka berisiko mengalami Salmonellosis yakni infeksi bakteri pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.

"Anak usia balita 4 kali lipat lebih berisiko mengalami gejala keracunan makanan berupa Salmonellosis dibandingkan dengan orang dewasa yang mengonsumsi telur mentah atau setengah matang," kata dokter Cut Nurul Hafifah SpA.

Tidak hanya anak balita, orang yang lanjut usia dan ibu hamil juga berisiko mengalami Salmonellosis. Gejala muncul 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Salmonella dan membaik dalam waktu 4-7 hari tanpa perlu pemberian antibiotik.

Gejala Salmonellosis akibat mengonsumsi telur mentah bisa berupa: diare berdarah, disertai demam, muntah dan dehidrasi. Namun, bisa membahayakan nyawa apabila kekurangan cairan tidak segera diatasi.

 Cut juga mengingatkan bahwa ada masakan yang mengandung telur setengah matang seperti homemade mayonnaise, tiramisu, mousse, juga masih berisiko menimbulkan Salmonellosis. meski begitu, Mayonnaise buatan pabrik umumnya menggunakan telur yang telah dipasteurisasi sehingga aman dikonsumsi.

Telur Matang Lebih Mudah Dicerna 

Cut mengingatkan pada bayi yang sudah makan yakni sudah masuk fase Makanan Pendamping ASI (MPASI) di atas enam bulan agar tidak diberikan telur mentah atau setengah matang.

"Hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang," pesan Cut.

Pastikan saat ibu atau ayah atau pengasuh memberikan telur maka bagian putih dan kuning telur harus dimasak hingga mengeras. Bila memasak makanan yang mengandung telur, maka masakan harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 71°C.

Cut juga mengatakan bahwa telur matang masih memiliki kandungan nutrisi yang baik dan mudah dicerna tubuh.

"Telur yang dimasak hingga matang tidak kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matang tersebut lebih mudah dicerna oleh saluran cerna anak," katanya. 

Telur yang sudah matang harus dikonsumsi segera dan tidak dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menghindari kontaminasi kuman.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya