Viral Bayi 28 Hari Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah, Ini Kata IDAI

Bayi Alena diduga beri makan telur mentah yang disebut-sebut untuk mengatasi demam.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 12 Oktober 2026, 11:57 WIB
Ilustrasi bayi meninggal usai dicekoki telur mentah. (dok. Omar Lopez/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Ramai di media sosial tentang bayi Alena di Surabaya yang meninggal dunia usia 28 hari. Sebelum meninggal dunia, bayi tersebut diduga diberi telur mentah oleh nenek untuk menurunkan demam.

Lewat Threads, pemilik akun @calisthaarisha yang mengaku tante Alena, menyebut keponakannya berada dalam kondisi kritis setelah menerima asupan yang tidak semestinya untuk bayi seusianya.

"Belum genap 1 bulan usianya di dunia ini harus berjuang di karena keadaannya yg kritis setelah dicekokin neneknya sendiri telur mentah. Iya sekali lagi TELUR MENTAH!! gak kokk ga salah baca," tulis akun @calisthaarisha.

Beberapa waktu kemudian, akun yang sama mengabarkan Alena telah meninggal dunia dan menyampaikan ucapan terima kasih atas doa dari warganet.

Menurut pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Alena sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut. Namun, pada Minggu, 11 Oktober 2026, Alena meninggal.

"Pasien tersebut memang benar sempat di rawat di RSDS dan tim medis telah memberikan upaya penanganan maksimal sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien. Namun pasien dinyatakan meninggal dunia (Minggu) pagi sekitar pukul 07.10 WIB. 28 hari usia adeknya saat meninggal," ujar Kepala Bagian Umum RSUD Dr Soetomo, Robeth Jabbar.

Terkait ramainya pembahasan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan soal pemberian makan pada bayi yang harus memperhatikan usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, serta aspek keamanan pangan.

Bila memang belum saatnya memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI), maka utamakan Air Susu Ibu (ASI) seperti disampaikan Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K).

"Utamakan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Apabila ASI tidak dapat diberikan, penggunaan susu formula bayi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan indikasi medis," tegasnya.

Mengenai pemberian MPASI, Piprim mengatakan rekomendasi umum dianjurkan ketika bayi berusia 6 bulan. Lalu, pada kondisi tertentu, MPASI dapat dipertimbangkan sejak usia 4 bulan berdasarkan penilaian dokter dan kesiapan perkembangan bayi.

Dalam kondisi tertentu, pemberian MPASI dapat dipertimbangkan lebih awal, yaitu sejak usia 4 bulan atau 17 minggu, apabila terdapat pertimbangan klinis dan bayi telah menunjukkan kesiapan perkembangan untuk menerima MPASI.

Ia juga menegaskan bahwa tidak dianjurkan pemberian MPASI sebelum bayi berusia 4 bulan.

"Pemberian MPASI sebelum usia 4 bulan tidak dianjurkan. Pemberian MPASI sejak usia 4 bulan bukan merupakan rekomendasi rutin, melainkan pertimbangan individual dalam kondisi tertentu," katanya.

 

Telur Mentah Tidak Sesuai untuk Bayi

Piprim juga mengatakan bahwa telur mentah maupun setengah matang bukanlah makanan yang sesuai untuk bayi. Telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella yang menyebabkan infeksi saluran cerna atau salmonelosis.

"Infeksi ini dapat menimbulkan gejala berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius," tegas Piprim

Selain aspek keamanan, telur mentah maupun setengah matang tidak memberikan keuntungan gizi yang membenarkan risiko pemberiannya kepada bayi.

"Keamanan, tekstur, dan cara penyajian makanan harus disesuaikan dengan usia serta kemampuan makan bayi," pesannya.

 

Jika Anak Sudah MPASI, Telur Matang Sumber Gizi yang Baik

Bila anak sudah masuk MPASI, telur matang merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung berbagai zat gizi penting bagi pertumbuhan anak.

Lalu, proses pemasakan yang tepat meningkatkan keamanan pangan serta daya cerna protein telur. Pastikan tekstur sesuai dengan kemampuan makan bayi.

"Telur dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan MPASI ketika bayi telah mencapai usia dan kesiapan untuk menerima MPASI, dengan tekstur yang disesuaikan dengan kemampuan makan bayi," kata Piprim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya