Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah tanaman herbal untuk luka mulai menarik perhatian peneliti karena berpotensi membantu proses penyembuhan kulit. Mulai dari pegagan hingga lidah buaya, tanaman yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional ini diteliti untuk mengetahui manfaatnya berdasarkan bukti ilmiah.
YouTuber sains yang dikenal mengulas nutrisi, kesehatan, dan lingkungan melalui pendekatan berbasis bukti, Mic the Vegan, membahas lima tanaman yang berpotensi membantu penyembuhan luka. Dalam videonya, ia mengulas penelitian mengenai yarrow, plantain, pegagan, calendula, dan lidah buaya, dikutip dari plantbasednews.org pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Advertisement
Meski demikian, potensi tanaman herbal tersebut perlu dipahami secara tepat. Hasil penelitian yang menjanjikan belum tentu membuktikan bahwa semua tanaman aman dan efektif untuk setiap jenis luka.
1. Yarrow
Yarrow (Achillea millefolium) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah, termasuk Eropa, Asia, dan masyarakat adat Amerika. Tanaman ini bahkan dikenal dengan sebutan soldier's woundwort karena penggunaannya untuk membantu mengobati luka.
Menurut Mic, yarrow memiliki senyawa yang berpotensi membantu melawan bakteri dan mengurangi peradangan. Kandungan tanin di dalamnya juga diduga membantu membentuk lapisan pelindung pada permukaan luka.
Sebuah penelitian yang dibahas Mic menemukan bahwa luka ulkus vena pada kaki yang mendapat perawatan menggunakan yarrow mengalami penyusutan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.
Namun, bukti klinis mengenai manfaat yarrow masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
2. Plantain
Plantain (Plantago major) merupakan tanaman herbal yang berbeda dari pisang. Tanaman ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat adat Amerika dan Eropa.
Penelitian yang dibahas Mic menunjukkan hasil menjanjikan. Dalam sebuah studi terhadap 160 pasien dengan luka tekan, sebanyak 95 persen peserta dalam kelompok yang mendapat plantain mengalami penyembuhan luka secara menyeluruh. Pada kelompok plasebo, angkanya mencapai 70 persen.
Penelitian lain terhadap luka kaki diabetik juga melaporkan bahwa gel plantain berpotensi membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi ukuran luka.
Mic menjelaskan bahwa kandungan antiradang dan tanin pada plantain diduga berperan dalam proses tersebut. Meski begitu, temuan penelitian belum cukup untuk menjadikan tanaman ini sebagai pengganti perawatan medis, terutama pada luka yang berkaitan dengan diabetes.
3. Pegagan Berpotensi Membantu Regenerasi Kulit
Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kini juga diteliti untuk perawatan kulit.
Menurut Mic, pegagan berpotensi merangsang produksi kolagen, membantu mengatur peradangan, dan memberikan perlindungan antioksidan.
Sejumlah penelitian yang dibahasnya menemukan bahwa penggunaan pegagan berkaitan dengan berkurangnya kemerahan setelah prosedur perawatan kulit menggunakan laser. Penelitian lain juga menunjukkan potensi tanaman ini dalam membantu pemulihan bekas luka setelah operasi.
Manfaat tersebut membuat pegagan menarik untuk diteliti lebih lanjut, khususnya dalam regenerasi kulit dan pengurangan bekas luka.
4. Calendula untuk Mendukung Proses Penyembuhan
Calendula (Calendula officinalis) merupakan tanaman berbunga yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional Eropa dan kawasan Mediterania.
Mic mengulas penelitian yang menemukan bahwa penggunaan calendula berpotensi mempercepat penyembuhan luka pada tangan. Tanaman ini juga diteliti karena kemungkinan manfaatnya dalam membantu pembentukan kembali lapisan terluar kulit atau epitelisasi.
"Jadi, ini benar-benar hasil yang kuat dan menarik," ujar Mic saat membahas temuan penelitian tersebut.
Calendula diduga bekerja melalui kombinasi efek antiradang, antimikroba, dan dukungan terhadap produksi kolagen. Kendati demikian, hasil penelitian pada satu jenis luka tidak dapat langsung diterapkan pada semua kondisi.
5. Lidah Buaya Tanaman Herbal yang Banyak Digunakan
Lidah buaya (Aloe vera) menjadi salah satu tanaman herbal yang paling dikenal untuk perawatan kulit. Gel bening di dalam daunnya banyak digunakan dalam produk perawatan kulit, termasuk produk untuk meredakan kulit terbakar akibat sinar matahari.
Mic mengutip meta-analisis pada 2024 yang menggabungkan sembilan uji klinis terkontrol secara acak. Analisis tersebut melaporkan bahwa lidah buaya berpotensi memperpendek waktu penyembuhan luka bakar derajat dua rata-rata empat hari.
Senyawa dalam lidah buaya juga diteliti karena kemungkinan perannya dalam mendukung migrasi sel kulit, produksi kolagen, dan pembentukan pembuluh darah baru.
Meski hasilnya menjanjikan, bukti ilmiah mengenai efektivitas lidah buaya masih beragam. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi luka dan bukti keamanan yang tersedia.
Tidak Semua Tanaman Herbal Terbukti Efektif
Mic juga mengingatkan bahwa tidak semua pengobatan berbahan alami memiliki bukti ilmiah yang kuat. Arnica, misalnya, kerap dipromosikan untuk mengatasi memar, tetapi sejumlah penelitian belum menunjukkan manfaat yang meyakinkan dibandingkan plasebo.
Mic, mengatakan,"Bukan berarti bahan tersebut tidak akan membantu Anda. Namun, berdasarkan penelitian demi penelitian, manfaatnya tidak lebih baik daripada plasebo."
Kajian sistematis mengenai pengobatan herbal untuk luka juga menunjukkan bahwa meski sejumlah formulasi memiliki hasil menjanjikan, bukti klinis untuk masing-masing tanaman dan jenis luka masih perlu ditelaah lebih lanjut.
Dengan demikian, tanaman herbal untuk luka dapat menjadi objek penelitian yang menarik, tetapi tidak boleh langsung dianggap sebagai pengganti perawatan medis. Luka yang dalam, menunjukkan tanda infeksi, atau sulit sembuh perlu diperiksa tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.