Osteoarthritis Kerap Dikira Oli Sendi Kering, Ini Faktanya

Osteoarthritis juga bukan osteoporosis. Ketahui fakta soal kondisi penipisan dan kerusakan pada tulang rawan ini.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi osteoarthritis

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang menyebut osteoarthritis terjadi karena oli sendi yang kering. Faktanya, osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah kondisi penipisan dan kerusakan pada tulang rawan.

"Osteoarthritis (pengapuran sendi) merupakan kerusakan tulang rawan sendi dengan gejala utama berupa nyeri lutut saat berjalan, berdiri, atau beraktivitas," kata dokter spesialis ortopedi konsultan knee and sports medicine, Andre Pontoh.

Andre mengatakan ada beberapa faktor risiko orang mengalami osteoarthritis, salah satunya usia. Osteoarthritis umumnya berkembang dan memburuk seiring dengan pertambahan usia, terutama di atas usia 50 tahun.

Lalu, perempuan berisiko lebih tinggi mengalami osteoarthritis karena pengaruh struktur anatomi tubuh serta adanya perubahan hormon setelah masa menopause. Orang dengan berat badan berlebih (obesitas) juga rentan alami kondisi tersebut.

"Pada orang dengan berat badan berlebih, beban ekstra di lutut dapat mempercepat penipisan tulang rawan," kata dokter dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta ini. 

Kemudian, orang dengan bentuk kaki ‘O’ (genu varum) atau ‘X’ (genu valgum) cenderung mengalami kondisi osteoarthritis karena distribusi beban pada lutut tidak merata, sehingga berisiko merusak tulang rawan.

Orang yagn pernah alami patah tula atau cedera di masa lalu yang tidak tertangani dengan baik juga rentan alami pengapuran sendi.

 

Gejala Osteoarthritis

Andre mengatakan pengapuran sendi lutut ditandai dengan sejumlah yang paling terasa nyeri lutut saat berdiri, berjalan, atau naik-turun tangga. Berikut gejala lain osteoarthritis:

  • Sensasi lutut berbunyi saat digerakka
  • Lutut membengkak
  • Keterbatasan gerak, seperti lutut kaku dan tidak bisa ditekuk secara maksimal
  • Nyeri yang muncul terus-menerus hingga mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari.

"Gejala-gejala ini akan mengalami perburukan secara bertahap dalam waktu lama. Oleh karena itu,penting untuk mengenali gejala osteoarthritis sejak dini dan segera berkonsultasi dengan dokter," pesannya.

Untuk menegakkan diagnosis, pasien yang memiliki gejala di atas melakukan pemeriksaan rontgen (x-ray).

Penanganan Osteoarthritis

Andre mengatakan penanganan osteoarthritis bertujuan mengurangi nyeri, memelihara fungsi sendi, sertamemperlambat keparahan kondisi.

Maka dari itu, penanganan diberikan sesuai dengan tingkat keparahan kondisi pasien:

  • Perubahan gaya hidup: Menjaga berat badan ideal sangat direkomendasikan bagi penderita osteoarthritis sehingga tekanan berlebihan pada lutut dapat berkurang. Melakukan olahraga low impact seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang secara rutin juga sangat disarankan. 
  • Fisioterapi: Menjalani fisioterapi sesuai dengan anjuran dokter dapat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan kekuatan otot di sekitar lutut, meningkatkan kelenturan sendi,serta melatih penggunaan alat bantu jalan seperti tongkat.
  • Terapi pengobatan:Setelah menilai kondisi osteoarthritis yang dialami pasien, dokter spesialis ortopedi konsultan knee and sports medicine akan memberikan terapi pengobatan berupa anti radang dan pereda nyeri yang bertujuan mengurangi gejala dan memperlambat proses peradangan.
  • Operasi: Pada kondisi pengapuran sendi lutut yang sudah lanjut, di mana usaha mengubah gaya hidup, fisioterapi, dan terapi pengobatan tidak berhasil, maka pertimbangkan untuk melakukan tindakan pembedahan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya