Liputan6.com, Jakarta - Merencanakan dan menantikan liburan disebut dapat memberikan dorongan suasana hati dan rasa excited atau gembira. Bahkan sebelum benar-benar berangkat, membayangkan destinasi yang ingin dikunjungi dan menyusun aktivitas selama liburan bisa menjadi sumber antusiasme tersendiri.
Seperti ditulis penulis buku The Future of Happiness, Amy Blankson, MBA, ada hubungan antara merencanakan perjalanan dan kebahagiaan, mengutip Psychology Today, Rabu (14/10/2026).
Advertisement
Dijelaskan bahwa menantikan perjalanan di masa yang akan datang dapat membantu meningkatkan suasana hati, terutama ketika seseorang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Mengutip penelitian dari Institute for Applied Positive Research yang menemukan laporan bahwa 97 persen responden merasa lebih bahagia ketika memiliki rencana jalan-jalan atau liburan.
Selain itu, adanya rencana liburan dapat menumbuhkan harapan terhadap pengalaman positif di masa mendatang.
Perasaan antusias saat menunggu waktu liburan juga dapat membantu seseorang tetap termotivasi, terutama ketika perjalanan tersebut belum bisa segera direalisasikan.
Namun, angka tersebut merupakan hasil penelitian yang dirujuk, bukan jaminan bahwa setiap orang akan merasakan efek yang sama.
Kenangan Perjalanan dan Kebahagiaan
Penelitian Hilton juga menunjukkan bahwa hampir sembilan dari sepuluh turis menganggap kenangan dari perjalanan sebagai salah satu kenangan paling membahagiakan dalam hidup mereka.
Pengalaman menjelajahi tempat baru, mengenal budaya berbeda, serta menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat menjadi bagian dari kenangan yang berharga.
Meski demikian, manfaat merencanakan perjalanan perlu dibedakan dari pengalaman liburan itu sendiri.
Rasa excited ketika menyusun rencana dan antusiasme menjelang keberangkatan tidak sepenuhnya sama dengan kebahagiaan yang dirasakan selama perjalanan atau setelah kembali ke rumah.
Perjalanan berikutnya dapat menjadi cara sederhana untuk membangun harapan positif dan mendukung kesejahteraan mental.
Perencanaan juga bisa menjadi kesempatan untuk melibatkan keluarga atau teman, misalnya dengan mendiskusikan tujuan destinasi dan kegiatan yang ingin dilakukan bersama.
Senada dengan studi dalam jurnal Applied Research in Quality of life juga menemukan orang yang merencanakan liburan cenderung merasa lebih bahagia.
Proses menantikan, membayangkan, hingga akhirnya menyusun rencana, melahirkan sumber antusiasme sendiri, dikutip TravelWish.
Menikmati Proses Tanpa Buru-buru Berangkat
Manfaat tersebut tidak berarti seseorang harus segera memesan tiket atau mengeluarkan uang untuk berlibur.
Merencanakan perjalanan dapat dimulai dengan langkah sederhana, seperti membuat daftar tempat yang ingin dikunjungi, mencari informasi tentang destinasi, atau menyusun perkiraan aktivitas yang akan dilakukan.
Meski merencanakan liburan dapat menjadi salah satu kegiatan menyenangkan untuk dinantikan, liburan bukan satu-satunya cara untuk menjaga suasana hati.
Hal ini bukan hanya tentang tujuan akhirnya, namun proses membayangkan pengalaman baru dan menyiapkan perjalanan pun dapat menghadirkan rasa senang dalam keseharian.