Liputan6.com, Jakarta - Gangguan penglihatan tidak selalu menunjukkan gejala pada tahap awal. Maka dari itu pemeriksaan mata sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika penglihatan mulai kabur atau mata terasa sakit, tetapi juga secara rutin, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami masalah kesehatan mata.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Budu, Sp.M(K), mengingatkan ada sejumlah kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.
Advertisement
Berikut kelompok yang perlu rutin melakukan pemeriksaan mata:
1. Anak Sekolah
Pemeriksaan mata penting dilakukan sejak anak mulai memasuki usia sekolah. Gangguan penglihatan, seperti mata minus, bisa memengaruhi kemampuan anak dalam mengikuti pelajaran.
Prof. Budu menyarankan skrining mata pada anak perlu menjadi kebiasaan, termasuk saat mereka masuk taman kanak-kanak (TK) atau sekolah dasar (SD).
“Kalau perlu, persyaratan untuk masuk atau diterima di sekolah dasar itu atau di TK, periksa mata dulu. Kalau matanya didapat minus, kasih kacamata dulu,” ujar Budu dalam peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 di Kantor Kemenkes Jakarta pada Selasa (13/10/2026).
Jika ditemukan gangguan refraksi, seperti rabun jauh atau mata minus, anak dapat memperoleh penanganan yang sesuai, termasuk penggunaan kacamata bila diperlukan.
Deteksi dini membantu anak mendapatkan koreksi penglihatan yang dibutuhkan agar aktivitas belajar tidak terganggu.
2. Penderita Diabetes dan Hipertensi
Penderita diabetes perlu memeriksakan mata secara berkala meskipun belum merasakan gangguan penglihatan. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah retina dan menyebabkan retinopati diabetik. Kondisi ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal dan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak ditangani.
Penderita hipertensi juga perlu memperhatikan kesehatan mata karena tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah retina.
Prof. Budu mengingatkan pentingnya menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan kondisi masing-masing pasien dan rekomendasi dokter.
“Kalau sudah ada diabetes, periksa mata, tidak ada salahnya,” katanya.
Pada orang dengan risiko atau gangguan mata tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lebih sering sesuai kebutuhan.
3. Pekerja yang Berisiko Mengalami Cedera Mata
Pekerja seperti tukang las, pekerja bengkel, dan pekerja konstruksi perlu memperhatikan perlindungan mata. Aktivitas mereka berisiko membuat mata terkena percikan, serpihan logam, debu, pasir, atau benda asing lainnya.
Prof. Budu menyoroti masih adanya pekerja yang menganggap mata terasa tergores atau kering sebagai gangguan ringan. Padahal, benda asing seperti serpihan logam dapat menancap di mata dan menimbulkan cedera serius.
“Pekerja berisiko itu harus punya kacamata pelindung,” tegasnya.
Karena itu, pekerja perlu menggunakan kacamata pelindung yang sesuai dengan jenis pekerjaannya. Jika mata terkena percikan atau benda asing, terlebih jika disertai nyeri dan gangguan penglihatan, segera cari pertolongan medis.
4. Berusia di Atas 40 Tahun
Memasuki usia 40 tahun, seseorang perlu lebih memperhatikan perubahan penglihatan. Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah presbiopia, yakni berkurangnya kemampuan mata untuk melihat objek dari jarak dekat.
Akibatnya, seseorang mungkin mulai kesulitan membaca tulisan kecil atau perlu menjauhkan benda agar terlihat lebih jelas. Kondisi ini dapat memerlukan alat bantu penglihatan, seperti kacamata baca.
Selain itu, pemeriksaan mata juga dapat membantu mendeteksi gangguan lain yang risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, termasuk katarak dan glaukoma.
Prof. Budu mengingatkan bahwa pemeriksaan perlu dilakukan sebelum gangguan penglihatan menghambat aktivitas sehari-hari.
5. Orang dengan Riwayat Keluarga Penyakit Mata atau Keluhan Penglihatan
Riwayat kesehatan keluarga juga perlu menjadi pertimbangan untuk memeriksakan mata. Seseorang dengan anggota keluarga yang memiliki penyakit mata tertentu, seperti glaukoma atau rabun jauh derajat tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata mengenai kebutuhan pemeriksaan.
Selain itu, Prof Budu mengingatkan segera mencari pertolongan ketika memiliki keluhan.
"Merasa buram, sialu, sulit membaca atau mata cepat lelah, itu diperiksa," sarannya.