Karhutla Ancam Kesehatan Warga, Kemenkes Kerahkan 2.106 Nakes

Data akumulatif per 12 Oktober 2026 menunjukkan 277.075 kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) di provinsi terdampak karhutla.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 13:16 WIB
Pengendara kendaraan bermotor beraktivitas pada pagi hari di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). (REINA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan warga di sejumlah wilayah terdampak. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan ribuan tenaga kesehatan guna memperkuat layanan medis bagi masyarakat.

"Merespons situasi ini, pemerintah telah memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan danmemperkuat layanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit di wilayahterdampak," kata Juru Bicara Kemenkes, drg Widyawati dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Selain mengerahkan tenaga kesehatan, Kemenkes juga telah mengirimkan perlengkapan medis dan logistik. Diantaranya pengiriman dan pembagian sekitar 3 juta masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, hingga alat pelindung diri.

Menurut data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) secara kumulatif di tujuh provinsi terdampak. Dari angka itu, 62.400 kasus diantaranya pada rentang usia 0-5 tahun. 

Lalu, berdasarkan pantauan kualitas udara di lapangan menunjukkan ancaman serius bagi kondisi kesehatan. Menurut 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai, yakni 13 daerah berada pada kategori berbahaya, 11 daerah pada kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya masuk dalam kategori tidak sehat.

Sebelumnya, Kemenkes mengimbau masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Jika harus keluar, gunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus. Apabila tidak tersedia masker jenis tersebut, bisa gunakan masker medis atau masker kain secara berlapis agar lebih efektif menyaring udara.

Lalu untuk bayi dan balita sebaiknya dilindungi dengan mengurangi paparan asap. Bukan mengandalkan masker.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya