Liputan6.com, Jakarta - Keguguran disebut keguguran berulang (recurrent pregnancy loss) jika telah terjadi sebanyak dua kali atau lebih secara berturut-turut seperti disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas, Kanadi Sumapraja.
Seorang perempuan mengalami keguguran berulang bisa dari faktor embrio hasil pembuahan maupun kemampuan tubuh ibu dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan kehamilan.
Advertisement
Penyebab keguguran berulang dari sisi embrio bisa karena jumlah maupun struktur kromosom sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan janin hingga kematian janin yang menjadi salah satu penyebab keguguran berulang.
Perlu diingat embrio merupakan berasal bukan hanya dari ibu tapi juga ayah punya peran."Seringkali perempuan yang disorot karena kehamilan terjadi pada perempuan. Tapi jangan lupa kualitas hasil pembuahan itu juga merupakan kontribusi dari faktor pria," kata Kanadi dalam peringatan Miscarriage Awareness Month bersama RS Pondok Indah Jakarta.
Sementara itu, bila dilihat dari faktor tubuh ibu bisa karena dinding rahim yang tidak mendukung, kelemahan mulut rahim, hingga penyakit autoimun bisa menjadi faktornya.
"Jadi apabila ada kegagalan faktor embrio atau ibu. Maka ini dapat berpotensi terjadinya keguguran," katanya pada sesi interview daring pada Jumat (16/10/2026).
Namun, ada juga keguguran berulang yang tidak diketahui penyebabnya. Jadi, meskipun dokter sudah dengan teliti dan lengkap melakukan pemeriksaan tapi tidak teridentifikasi penyebabnya..
Bisakah Mencegah Terjadi Keguguran Berulang?
Kanadi mengungkapkan hingga saat ini belum ada prosedur pencegahan primer untuk mencegah keguguran berulang.
"Sekali lagi, kita belum memiliki prosedur pencegahan primer untuk keguguran berulang," katanya.
Maka pencegahan yang dapat dilakukan masih bersifat umum, seperti menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur.
"Serta menghindari zat berbahaya, termasuk rokok," katanya.